Kabar Karanganyar,– Bencana angin puting beliung menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Karanganyar pada Rabu (4/03/2026) sore. Terjangan angin kencang yang datang secara tiba-tiba itu menyebabkan kerusakan pada fasilitas pendidikan, rumah warga, hingga menumbangkan puluhan pohon di berbagai kecamatan.
Salah satu bangunan yang terdampak cukup parah adalah TK Aisyiyah Gayamdompo dan Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Karan, Gayamdompo, Karanganyar. Atap dan sejumlah bagian bangunan sekolah dilaporkan rusak akibat sapuan angin yang disertai suara gemuruh.
Sularso (60), warga setempat, menuturkan peristiwa itu terjadi sangat cepat. “Kejadiannya sekitar pukul 4 sore. Tiba-tiba datang angin kencang disertai suara gemuruh. Saat saya tengok, kondisi sekolah sudah seperti itu. Selain sekolahan, di sekitar juga banyak pohon tumbang akibat angin tersebut,” ujarnya.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar dalam laporan sementaranya menyampaikan, angin puting beliung mulai terpantau sekitar pukul 16.20 WIB dan melanda beberapa kecamatan.
“Bencana masuk di Kecamatan Karanganyar, kemudian Jumantono, Ngargoyoso, Karangpandan, sebagian Jatiyoso, Tawangmangu, dan Matesih,” ungkapnya.
Berdasarkan data yang masuk hingga pukul 18.55 WIB, tercatat sebanyak 71 pohon tumbang yang menimpa rumah warga. Selain itu, terdapat 16 titik pohon tumbang yang melintang di jalan dan mengganggu akses lalu lintas.
Wilayah terdampak paling banyak berada di Kecamatan Karanganyar. Di antara kejadian tersebut, satu pohon tumbang dilaporkan menimpa truk milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karanganyar.
Untuk korban, tercatat warga dari Desa Bangsri, Kecamatan Karangpandan, menjadi korban terdampak. “Ada dua korban di Karangpandan. Satu sempat dibawa ke Puskesmas Karangpandan namun sudah diperbolehkan pulang. Satu lainnya dirawat di RSUD Kabupaten Karanganyar,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih melakukan pendataan dan penanganan di lokasi terdampak. BPBD menyatakan perkembangan situasi akan terus diperbarui seiring proses asesmen di lapangan.
“Demikian sementara yang dapat kami laporkan. Perkembangan akan kami update kembali. Matulun, salam tangguh, salam kemanusiaan,” pungkasnya. (Hds/K2)












