Kabar Karanganyar, – DPRD Kabupaten Karanganyar melalui Komisi B turun langsung ke Pasar Kwadungan pada Senin (01/03/2026) untuk memastikan kondisi riil di lapangan. Sidak ini merupakan tindak lanjut dari audiensi bersama perwakilan pedagang yang sebelumnya digelar di gedung dewan.
Rombongan dipimpin Ketua Komisi B, Latri Listyowati, didampingi anggota dewan, perwakilan dinas terkait, unsur Polsek dan Koramil, serta tim advokasi pedagang pasar. Mereka berkeliling menyisir sejumlah titik, termasuk fasilitas umum yang selama ini dikeluhkan pedagang.
Dalam peninjauan tersebut, Komisi B menemukan kondisi toilet pasar yang memprihatinkan. Beberapa pintu rusak bahkan tidak terpasang, lantai licin berlumut, serta aroma tak sedap yang menyengat.
“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Selain mengganggu kenyamanan, juga berisiko terhadap kesehatan dan keselamatan pedagang maupun pembeli,” kata Latri di sela-sela kunjungan.
Menurutnya, fasilitas dasar seperti toilet harus menjadi prioritas pembenahan. Terlebih, banyak pengunjung pasar merupakan kalangan lanjut usia yang rawan terpeleset akibat lantai licin.
“Kalau sampai terjadi kecelakaan, ini menjadi tanggung jawab bersama. Maka perbaikan fasilitas dasar harus segera dilakukan,” tegasnya.
Meski mengakui kondisi fiskal daerah sedang terbatas, Komisi B meminta pemerintah daerah tetap menyusun skala prioritas. Pembenahan tidak harus sekaligus, namun dilakukan bertahap dengan mendahulukan kebutuhan paling mendesak.
“Kita realistis dengan kondisi anggaran. Tapi pelayanan dasar tidak boleh diabaikan,” imbuhnya.
Di sisi lain, Komisi B mengapresiasi langkah dinas terkait yang kini rutin melakukan pengangkutan sampah setiap hari. Kondisi pasar dinilai lebih bersih dibanding sebelumnya dan tidak lagi terjadi penumpukan sampah.
Terkait rencana jangka panjang, pemerintah daerah telah mengusulkan Pasar Kwadungan masuk program rehabilitasi melalui anggaran Instruksi Presiden (Inpres) tahun 2027. Dari enam pasar yang diajukan, Pasar Kwadungan menjadi salah satu prioritas.
Komisi B menegaskan komitmennya untuk mengawal usulan tersebut agar benar-benar terealisasi. Pedagang pun diminta aktif berkomunikasi dan turut mengawasi prosesnya.
“Semua pihak harus bergerak bersama. Jangan sampai usulan ini berhenti di meja administrasi,” ujar Latri.
Dalam dialog bersama pedagang, Sukardi, salah satu pedagang setempat, berharap pembangunan pasar segera diwujudkan. Ia menilai kondisi bangunan yang ada sudah jauh dari kata layak.
“Kami ingin pasar ini dibangun lebih baik supaya pembeli nyaman dan pedagang juga aman berjualan,” ujarnya.
Perwakilan Dinas Perdagangan Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disdagperinaker) Karanganyar, Nata, menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan penyusunan proposal rampung dalam satu bulan ke depan sebelum diajukan ke pemerintah pusat. Dokumen tersebut akan disiapkan secara komprehensif dengan mempertimbangkan kebutuhan di lapangan.
“Kami butuh koordinasi lintas sektor agar perencanaan matang dan sesuai kondisi riil,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Advokasi Pedagang Pasar Kwadungan, Yoseph Heriyanto, menekankan pentingnya pelibatan pedagang sejak tahap perencanaan. Ia meminta pendataan ulang pedagang yang memiliki hak atas kios dan los dilakukan secara transparan dan akurat.
“Pedagang yang saat ini menempati kios dan dasaran harus menjadi prioritas ketika pasar dibangun kembali,” tandasnya.
Yoseph menilai Pasar Kwadungan memiliki posisi strategis karena berada di perbatasan Kabupaten Karanganyar dan Sragen, sekaligus menjadi jalur penghubung menuju kawasan wisata Kemuning, Ngargoyoso, Tawangmangu, serta akses ke Waduk Gondang. Pasar ini juga menjadi satu-satunya pusat perdagangan di Kecamatan Kerjo dengan jam operasional mulai pukul 02.00 dini hari hingga 16.00 sore.
Perwakilan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Karanganyar yang hadir dalam kunjungan tersebut menyatakan kesiapan mendukung dari sisi perencanaan teknis apabila program rehabilitasi disetujui.
Monitoring ini diharapkan menjadi titik awal percepatan pembenahan Pasar Kwadungan, baik melalui perbaikan darurat dalam waktu dekat maupun rehabilitasi total yang ditargetkan terealisasi pada 2027. (hry)












