Bupati Apresiasi Kinerja Pemdes dan BUMDes Berjo, Ribuan Warga Terima Bantuan Pangan Jelang Lebaran

IMG 20260302 WA0118
Bupati Karanganyar Rober Christanto serahkan bantuan pangan dari pemerintah Desa Berjo Ngargoyoso kepada perwakilan warga

Kabar Karanganyar, — Bupati Karanganyar, Rober Christanto, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Desa (PemDes) Berjo dan jajaran BUMDes atas keberhasilan mereka mengelola aset desa hingga mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Pujian itu disampaikan saat menghadiri penyaluran bantuan pangan kepada warga Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Senin (2/3/2026).

Menurut Bupati, kinerja aparatur desa dan pengelola BUMDes Berjo layak menjadi contoh. Pendapatan desa yang dikelola secara produktif tidak hanya memperkuat kas desa, tetapi juga kembali dirasakan langsung oleh masyarakat dalam bentuk berbagai program sosial.

“Ini bukti tata kelola desa berjalan dengan baik. Pendapatan desa dikelola maksimal dan hasilnya benar-benar kembali ke masyarakat. Programnya jelas, dampaknya juga terasa,” ujar Rober di hadapan warga.

Pada tahun ini, sebanyak 1.446 keluarga menerima bantuan pangan yang oleh masyarakat kerap disebut sebagai THR Lebaran. Masing-masing rumah tangga memperoleh Rp500.000. Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp723 juta dari APBDes.

Penyaluran dilakukan selama dua hari di balai desa dan berlangsung tertib. Ini menjadi kali kedua program bantuan pangan tersebut digulirkan dengan nominal yang sama seperti tahun sebelumnya.

Kepala Desa Berjo, Dwi Haryanto, menjelaskan bahwa bantuan tersebut secara administratif masuk dalam program ketahanan pangan desa. Momentum menjelang Idulfitri dipilih karena kebutuhan rumah tangga warga biasanya meningkat.

“Harapannya bisa membantu warga menyambut Lebaran dengan lebih ringan. Ini bentuk komitmen kami agar manfaat pengelolaan aset desa benar-benar dirasakan seluruh masyarakat,” ujarnya.

Ketua Percepatan Desa Berjo, Wahyu Budi Utomo, menambahkan bahwa bantuan pangan ini merupakan bagian dari program unggulan desa bertajuk 3 SBS: Semua Bisa Sarjana, Semua Bisa Sehat, dan Semua Bisa Sejahtera. Program yang berjalan sejak 2024 itu kini memasuki tahun ketiga.

Di sektor pendidikan, pada 2025 Pemdes Berjo telah menyalurkan beasiswa kepada 694 pelajar, terdiri dari 121 mahasiswa, 300 siswa SMA, dan 273 siswa SMP, dengan total anggaran Rp990 juta. Angka lulusan SMA dan SMK yang melanjutkan ke perguruan tinggi disebut telah mencapai 52,9 persen.

Di bidang kesehatan, layanan ambulans dan mobil siaga desa tersedia gratis selama 24 jam. Sepanjang 2025, tercatat 624 kali layanan diberikan kepada warga. Selain itu, terdapat pendampingan rutin bagi lansia ketergantungan melalui relawan dan bidan desa.

Pada pilar kesejahteraan, Pemdes Berjo juga menyalurkan BLT dari Pendapatan Asli Desa kepada 275 keluarga penerima manfaat. Masing-masing menerima Rp600.000 per tahun dengan total anggaran Rp165 juta, menyasar warga rentan, lansia, duafa, dan yatim piatu.

Seluruh program tersebut dibiayai dari Pendapatan Asli Desa yang bersumber dari pengelolaan potensi dan aset desa sesuai regulasi desa yang berlaku. Selain program sosial, sepanjang 2025 Desa Berjo juga merealisasikan sekitar 50 proyek pembangunan fisik, mulai dari peningkatan jalan lingkungan, betonisasi, pengaspalan, hingga perbaikan irigasi pertanian.

Bupati Rober berharap langkah Desa Berjo dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Karanganyar untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengoptimalkan potensi desa.

“Kalau aset desa dikelola dengan baik, hasilnya bisa kembali untuk pendidikan, kesehatan, hingga kesejahteraan masyarakat. Ini model pembangunan desa yang konkret,” tandasnya.

Di sisi lain, warga menyambut bantuan tersebut dengan penuh syukur. Parno (53), warga Godang, mengaku bantuan itu sangat membantu memenuhi kebutuhan pokok menjelang Lebaran.

“Alhamdulillah sangat membantu. Bisa untuk beli sembako dan kebutuhan anak-anak,” katanya.

Dengan pengelolaan aset yang produktif dan program yang terarah, PemDes Berjo menunjukkan bahwa kemandirian desa bukan sekadar slogan, melainkan dapat diwujudkan melalui tata kelola yang transparan dan berpihak pada masyarakat.