Kabar Karanganyar, — Pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Grojogan Sewu, Tawangmangu, memperketat pengamanan setelah insiden laka air yang menewaskan seorang wisatawan pada Minggu, 7 Desember 2025. Korban dilaporkan terseret arus sungai yang tiba-tiba meluap saat berada di kawasan wisata tersebut.
Kepala Pengelola TWA Grojogan Sewu, Soekirdie, menegaskan bahwa secara prosedural kawasan wisata sudah memiliki batas aman pengunjung. Ia mengatakan bahwa kejadian seperti ini baru terjadi pertama kali selama ia bekerja lebih dari setengah abad. “Batas aman pengunjung sebenarnya sudah ada, dan selama 56 tahun saya di sini, kejadian seperti kemarin baru pertama kali,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, pengelola langsung menambah imbauan keselamatan dan menempatkan petugas khusus di sekitar jembatan dekat air terjun. “Untuk menghindari kejadian serupa, kami menambah imbauan dan menempatkan petugas di titik yang paling dekat dengan aliran air,” imbuhnya.
Menghadapi cuaca ekstrem serta meningkatnya jumlah pengunjung pada libur Natal dan Tahun Baru 2025–2026, pengelola menggandeng lebih banyak unsur pengamanan. Pengawasan di kawasan wisata kini melibatkan BKSDA Jawa Tengah, MPA, unsur Polri, Koramil, pedagang kawasan wisata, hingga Masyarakat Mitra Polhut (MMP). “Kami melibatkan banyak unsur agar pengawasan lebih maksimal, apalagi ini memasuki musim penghujan dan potensi banjir bah bisa terjadi sewaktu-waktu,” kata Soekirdie.
Selain penguatan personel, pengelola memastikan rambu-rambu peringatan telah terpasang pada titik-titik rawan. Imbauan larangan bermain di sungai saat musim penghujan juga kembali dipertegas kepada seluruh pengunjung. Pengelola turut melakukan pengecekan sarana prasarana, termasuk menebang pohon kering yang berpotensi tumbang serta memperbaiki fasilitas yang dianggap membahayakan keselamatan. “Rambu-rambu sudah lengkap. Titik yang berbahaya sudah kami tandai, pohon kering kami potong, dan sarpras yang membahayakan sudah diperbaiki,” jelasnya.
Soekirdie menambahkan bahwa seluruh prosedur pengelolaan wisata air telah mengikuti arahan resmi dari BKSDA Jawa Tengah. Ia menyebut telah menerima Surat Edaran dari Kementerian Kehutanan mengenai peningkatan kewaspadaan keselamatan pengunjung pada kawasan wisata alam. “Sebagai pemegang izin usaha wisata alam, kami mengikuti semua arahan dari BKSDA dan Kementerian Kehutanan untuk meningkatkan keselamatan pengunjung,” tegasnya.
Dengan serangkaian langkah tersebut, pengelola berharap insiden serupa tidak kembali terjadi dan kenyamanan wisatawan di TWA Grojogan Sewu dapat terus terjaga.(Hds/K2)












