Tujuh Remaja Terjebak Banjir di Air Terjun Kedung Sriti Tawangmangu, Berhasil Diselamatkan Relawan Kebaikan

IMG 20251105 220802
Foto ketujuh remaja survivor yang terjebak banjir di wisata kedung Sriti Tawangmangu setelah diselamatkan Relawan Kebaikan

Kabar Karanganyar, — Menjelajahi alam dan menemukan destinasi baru yang menantang selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta wisata petualangan. Salah satunya adalah Air Terjun Kedung Sriti di Pancot, Tawangmangu — destinasi alam baru di lereng Gunung Lawu yang menawarkan pesona sekaligus tantangan bagi para pengunjungnya.

Namun, petualangan tersebut nyaris berujung petaka bagi tujuh remaja wisatawan yang terjebak banjir di lokasi tersebut pada Rabu (5/11/2025) sore. Peristiwa itu terjadi akibat curah hujan tinggi di kawasan puncak dan lereng Gunung Lawu yang menyebabkan arus sungai di hulu Kali Samin meluap.

Menurut keterangan Bambang Herlambang, relawan dari Militan Jumapolo, informasi pertama diterima dari warga yang melihat adanya sekelompok remaja terjebak di kawasan Kedung Sriti.

“Saya dapat laporan dari warga bahwa ada tujuh anak yang terjebak banjir di Kedung Sriti. Informasi itu segera saya teruskan ke grup WhatsApp komunitas relawan, dan langsung direspons oleh teman-teman yang berada di wilayah Tawangmangu,” ujar Bambang saat dihubungi kabarkaranganyar.com.

Respons cepat dan kesiapsiagaan para relawan di bawah koordinasi BPBD Karanganyar patut diapresiasi. Berkat koordinasi yang sigap, ketujuh wisatawan tersebut berhasil diselamatkan tanpa korban jiwa. Diketahui, para remaja itu berasal dari berbagai daerah di Soloraya, bahkan ada yang datang dari Jepara.

“Alhamdulillah, teman-teman dari Rekan Relawan Kebaikan langsung bergerak cepat dan berhasil mengevakuasi tujuh remaja yang terjebak banjir di Kedung Sriti,” tambah Bambang.

Sementara itu, Hendro Prayitno, Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengimbau masyarakat, khususnya wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata alam di lereng Gunung Lawu, agar selalu waspada terhadap perubahan cuaca dan kondisi alam sekitar.

“Menurut prediksi BMKG, sejak awal Oktober hingga Januari mendatang wilayah kita memasuki musim penghujan dengan intensitas tinggi. Kami mengimbau seluruh wisatawan untuk berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan wisata alam, terutama di lereng Lawu,” terang Hendro.(Hds/K2)