UMUKA Solo Dapat Suntikan Strategi Naik Kelas Dari Diktilitbang PP Muhammadiyah

IMG 20260724 125236
Prof. Dr. Achmad Nur mandi, M.Sc, wakil ketua Diktilitbang PP Muhammadiyah.

Kabar Karanganyar, – Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA) Solo Karanganyar mendapat kunjungan tim Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah pada Jumat (25/7/2026). Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi agenda supervisi, tetapi juga menjadi momentum evaluasi dan penyusunan strategi besar agar UMUKA mampu naik kelas sebagai perguruan tinggi yang lebih kompetitif di tingkat regional maupun nasional.

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., memberikan sejumlah catatan strategis yang harus segera ditindaklanjuti oleh jajaran pimpinan universitas. Menurutnya, sebagai perguruan tinggi yang baru berusia sekitar empat tahun, UMUKA harus memiliki diferensiasi yang kuat agar mampu bersaing dengan kampus lain.

Ia menegaskan, fokus utama pengembangan harus diarahkan pada kualitas pendidikan. Lulusan UMUKA tidak hanya dituntut lulus tepat waktu dengan IPK tinggi, tetapi juga memiliki kompetensi tambahan yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja.

“Perguruan tinggi baru harus memiliki pembeda. Kualitas pendidikan harus menjadi prioritas sehingga lulusan memiliki daya saing yang lebih tinggi dibanding standar nasional,” ujarnya.

Selain memperkuat kualitas lulusan, Majelis Diktilitbang juga meminta seluruh tata kelola universitas diselaraskan dengan visi besar tersebut. Perencanaan institusi, standar mutu hingga Indikator Kinerja Utama (IKU) harus disusun secara lebih terukur agar mampu mendongkrak daya saing UMUKA, minimal menjadi salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah terbaik di Jawa Tengah.

Tak hanya itu, Prof. Achmad juga menyoroti pentingnya eksistensi digital kampus. Menurutnya, era persaingan perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kualitas akademik, tetapi juga visibilitas di ruang digital.

Pengelola kampus diminta lebih aktif mempublikasikan berbagai kegiatan melalui website dan media sosial, memperkuat jejaring tautan (external link), serta memantau performa digital seperti jumlah unggahan, interaksi, hingga penyebaran informasi untuk meningkatkan peringkat Webometrics.

Di bidang akademik, Majelis Diktilitbang turut memasang target ambisius. Dari 25 program studi yang dimiliki UMUKA, dalam dua tahun ke depan sedikitnya separuh di antaranya diharapkan mampu meraih akreditasi Baik Sekali. Saat ini baru tiga program studi yang telah mencapai predikat tersebut.

Sementara itu, Rektor UMUKA Solo Karanganyar, Prof. Muh. Samsuri, menyambut positif berbagai masukan yang diberikan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Menurutnya, pendampingan tersebut menjadi energi baru bagi UMUKA untuk memperbaiki berbagai aspek tata kelola sebagai universitas yang masih berkembang.

“Kami memperoleh banyak masukan mulai dari tata kelola dokumen, perencanaan, hingga penyempurnaan standar institusi. Ini menjadi bekal penting untuk mempercepat peningkatan kualitas UMUKA,” katanya.

Samsuri mengakui tantangan terbesar yang dihadapi kampus saat ini masih berada pada aspek pembiayaan dan penguatan sumber daya manusia, terutama peningkatan jumlah dosen bergelar doktor serta kompetensi akademik lainnya.

Karena itu, UMUKA terus mendorong dosen melanjutkan pendidikan doktoral (S3), memberikan pendampingan pengurusan jabatan fungsional, meningkatkan publikasi ilmiah, memperkuat penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, hingga menghadirkan konsultan khusus untuk membimbing penyusunan proposal hibah penelitian.

Upaya tersebut mulai membuahkan hasil. UMUKA kini menempati peringkat keempat Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) se-Jawa Tengah dalam perolehan hibah Kemendiktisaintek dengan 15 prestasi. Selain itu, dua dosen berhasil memperoleh pendanaan riset dari BRIN, satu dosen lolos beasiswa LPDP, serta tiga dosen menerima pendanaan PDDI.

Rektor juga menegaskan peningkatan akreditasi program studi menjadi target utama dalam beberapa tahun mendatang. Evaluasi dilakukan secara realistis dengan melihat kesiapan setiap prodi, terutama pemenuhan dosen berkualifikasi doktor dan kualitas publikasi ilmiah. Salah satu program studi yang dinilai siap berkembang adalah Pendidikan Agama Islam (PAI) yang kini telah memiliki dua dosen bergelar doktor.

Melalui kunjungan tersebut, UMUKA berharap berbagai rekomendasi dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menjadi pijakan untuk mempercepat transformasi kampus, memperkuat mutu akademik, serta meningkatkan daya saing sehingga mampu menjadi salah satu perguruan tinggi unggulan di Jawa Tengah. (Hds/K2)