Kabar Karanganyar, – Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, turun langsung ke Bukit Mongkrang, Kabupaten Karanganyar, pada hari ketiga operasi SAR masa tambahan pencarian pertama pendaki yang dilaporkan hilang sejak 17 Januari 2026. Kehadiran Setda Jateng tersebut sekaligus untuk memberikan penguatan moril kepada keluarga korban serta ikut terlibat dalam penyisiran jalur pendakian hingga puncak Mongkrang.Rabu (28/01/2026).
Namun hingga hari terakhir masa tambahan pencarian tiga hari pertama, upaya tim SAR gabungan masih belum membuahkan hasil. Survivor atas nama Yasid Ahmad Firdaus (26), warga Colomadu, Karanganyar, belum berhasil ditemukan.
Koordinator Operasi SAR Bukit Mongkrang, Tri Puji Sugiyarto, anggota Basarnas Kantor Wilayah Solo, menyampaikan bahwa hasil pencarian pada Rabu (28/01/2026) masih nihil.
“Pada hari terakhir masa tambahan pencarian tiga hari pertama, survivor masih belum ditemukan,” ujar Tri Puji saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar Hendro Prayitno menjelaskan bahwa pada hari terakhir pencarian, tim SAR mendapat tambahan kekuatan dari berbagai unsur. Salah satunya adalah Wanadri Bandung yang mengirimkan lima personel untuk bergabung dalam operasi.
Selain itu, operasi SAR juga melibatkan Dog Rescue, yakni relawan SAR yang menggunakan anjing pelacak, guna membantu tim K9 Polres Karanganyar dalam penyisiran medan.
“Hari ini ada tambahan potensi SAR, termasuk dari Wanadri Bandung serta penggunaan anjing pelacak untuk memperkuat upaya pencarian,” jelas Hendro.
Berdasarkan hasil evaluasi dan musyawarah bersama antara BPBD, TNI/Polri, Basarnas, serta seluruh potensi SAR yang terlibat, disepakati bahwa operasi SAR akan kembali diperpanjang.
“Operasi SAR akan diperpanjang untuk waktu tambahan tiga hari kedua, terhitung mulai Kamis (29/01/2026),” tambah Hendro.
Dalam perpanjangan pencarian tahap kedua tersebut, Koordinator Operasi SAR Tri Puji Sugiyarto menyampaikan bahwa fokus pencarian akan dipusatkan di area Pos 3 hingga puncak Mongkrang. Hal ini menyusul adanya indikasi bau anyir yang tercium di kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir.
“Pada tambahan tiga hari kedua, pencarian akan difokuskan di sekitar Pos 3 sampai puncak Mongkrang. Di area itu tercium bau anyir, namun hingga saat ini sumber dan titik pastinya belum ditemukan,” ungkap Tri Puji.(Hds/K2)












