Bupati Karanganyar Antar Air Bersih ke Warga Desa Bolong yang Terdampak Puting Beliung dan Longsor

IMG 20260305 WA0195
Kemudikan tangki air BPBD Karanganyar Bupati Rober Christanto pastikan pasokan air bersih untuk warga Bolong yang terdampak bencana tercukupi sampai listrik nyala kembali

Kabar Karanganyar, — Bupati Karanganyar Rober Christanto turun langsung membantu warga terdampak bencana alam dengan mengantarkan bantuan air bersih menggunakan truk tangki milik BPBD Kabupaten Karanganyar, Kamis (5/03/2026). Bantuan tersebut diberikan kepada warga Desa Bolong yang mengalami kesulitan air bersih akibat dampak bencana puting beliung dan tanah longsor yang terjadi pada Rabu (4/03/2026).

Untuk memastikan warga memperoleh pasokan air bersih, Rober bahkan mengemudikan sendiri truk tangki dari Markas Komando (Mako) BPBD di wilayah Lalung menuju lokasi warga terdampak di Desa Bolong. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar Hendro Prayitno menjelaskan, kelangkaan air bersih yang dialami warga diduga disebabkan oleh terputusnya jaringan listrik akibat banyaknya pohon tumbang saat bencana terjadi. Akibatnya, pompa air milik warga tidak dapat berfungsi sejak Rabu sore.

“Akibat pohon tumbang yang menimpa jaringan listrik, aliran listrik di wilayah tersebut sempat padam sehingga pompa air warga tidak bisa digunakan. Karena itu BPBD bersama PDAM melakukan dropping air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Hendro menyebutkan, distribusi air bersih dilakukan kepada warga di empat lingkungan di Kelurahan Bolong yang terdampak langsung padamnya listrik dan kesulitan memperoleh air bersih.

Selain melakukan dropping air bersih, Bupati Karanganyar juga meninjau sejumlah lokasi bencana lainnya. Salah satunya lokasi tanah longsor yang menutup Jalan Tembus Tawangmangu–Magetan. Material longsor yang sempat menutup badan jalan akhirnya dapat dibersihkan setelah dikerahkan alat berat oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, DPU, Perhutani, relawan, serta aparat kepolisian.

“Jalan tembus tersebut sempat tertutup material longsor sepanjang kurang lebih 20 meter dengan lebar sekitar 15 meter. Namun setelah dilakukan penanganan bersama, jalur tersebut sudah bisa kembali dilalui kendaraan,” jelas Hendro.

Bupati juga menyempatkan diri menjenguk korban puting beliung di Desa Bangsri, tepatnya di Dusun Bendungan. Dalam kejadian tersebut dua warga mengalami luka, satu di antaranya harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat patah kaki, sementara satu korban lainnya dirawat di rumah.

Selain itu, di Kelurahan Delingan terdapat rumah warga yang tertimpa pohon durian berukuran besar hingga menyebabkan bagian depan rumah mengalami kerusakan cukup parah.

BPBD Karanganyar mencatat hingga Kamis (5/03/2026) pukul 15.30 WIB terdapat sekitar 170 rumah warga yang terdampak bencana puting beliung dan tanah longsor di sejumlah wilayah Kabupaten Karanganyar, dengan tingkat kerusakan mulai dari ringan hingga berat.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar bersama instansi terkait masih terus melakukan penanganan dan pendataan guna memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan yang dibutuhkan. (Hds/K2)