DAERAH  

Pemkab Karanganyar Serahkan Bantuan Rp116,5 Juta bagi 27 Keluarga Terdampak Bencana

IMG 20251104 WA0036
Pemkab karanganya

Kabar Karanganyar, — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menyerahkan bantuan senilai Rp116,5 juta kepada 27 keluarga yang terdampak bencana alam selama periode Juli hingga September 2025.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Bupati Karanganyar, Rober Christanto, di rumah dinasnya, Senin (3/11/2025) malam.

Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, menjelaskan, penerima bantuan berasal dari 38 desa di 14 kecamatan. Mereka merupakan korban bencana alam yang rumahnya mengalami kerusakan ringan, sedang, hingga berat.

“Bantuan ini merupakan wujud kepedulian Pemkab Karanganyar kepada masyarakat yang terdampak bencana seperti tanah longsor, pohon tumbang, dan kebakaran,” terang Hendro kepada Kabar Karanganyar, Selasa (4/11/2025).

Berdasarkan data BPBD, dari total 27 KK penerima bantuan tersebut:

16 KK mengalami kerusakan ringan dengan total bantuan Rp25,5 juta

3 KK rusak sedang dengan bantuan Rp16 juta

8 KK rusak berat dengan total Rp75 juta

Penerima bantuan tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya Karangpandan (7 KK), Mojogedang (3 KK), Jaten (3 KK), Matesih (3 KK), Jenawi (2 KK), serta masing-masing satu KK di Jumantono, Jatiyoso, Gondangrejo, Tasikmadu, Jumapolo, Jatipuro, Colomadu, Ngargoyoso, dan Tawangmangu.

“Bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban para keluarga pascakejadian bencana,” ujar Hendro.

Ia menambahkan, kriteria penerima bantuan ditentukan berdasarkan hasil penilaian tim BPBD di lapangan. Selain menyalurkan bantuan, pihaknya juga terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana seiring meningkatnya curah hujan pada November ini.

Hendro mengimbau masyarakat agar turut aktif melakukan pencegahan, misalnya membersihkan selokan dan saluran air untuk mencegah banjir maupun genangan.

“BMKG memprediksi curah hujan di Jawa Tengah, termasuk Karanganyar, masih tinggi hingga akhir bulan ini. Warga di wilayah rawan longsor perlu meningkatkan kewaspadaan,” imbuhnya.

Menurutnya, BPBD telah melakukan langkah mitigasi di kawasan rawan longsor, terutama di lereng Gunung Lawu. Ia juga mengingatkan warga agar tidak menebang pohon sembarangan dan segera melapor jika menemukan tanda-tanda longsor atau pohon tumbang.

“Musim hujan membawa potensi bahaya, tapi dengan kesiapsiagaan dan gotong royong, kita bisa meminimalkan risikonya,” tutup Hendro.(Hds/K2)