DAERAH  

Karanganyar Expo 2025 Digelar untuk Fasilitasi UMKM Agar Kian Produktif dan Menembus Pasar Lebih Luas

IMG 20251121 WA0103
PLT DisDagPerinNaker Heru Joko Sulistyono berikan penjabaran Karanganyar Expo 2025 di hadapan wartawan. Jumat (21/11/2025)

Kabar Karanganyar, — Pemerintah Kabupaten Karanganyar kembali menggelar Karanganyar Expo 2025 sebagai rangkaian Hari Jadi Karanganyar. Agenda yang berlangsung selama 10 hari, mulai 22–30 November di Alun-alun Karanganyar ini difokuskan sebagai wadah fasilitasi UMKM agar semakin produktif, naik kelas, dan mampu menembus pasar yang lebih luas.

PLT Dinas Perdagangan, Ketenagakerjaan dan Perindustrian Karanganyar, Heru Joko Sulistyo, mengatakan expo tahun ini dirancang lebih besar dan lebih variatif. Tujuan utamanya tidak hanya sekadar meramaikan peringatan hari jadi, tetapi juga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Melalui expo ini, kami memberikan ruang bagi UMKM untuk memamerkan produk-produk unggulan mereka. Ini bentuk fasilitasi, bukan hanya bantuan modal, tetapi pendampingan melalui event,” ujarnya.

100 UMKM Lebih, Plus Kolaborasi OPD dan Pasar Malam

Lebih dari 100 pelaku UMKM terlibat dalam Karanganyar expo 2025 kali ini. Produk yang ditampilkan meliputi kuliner, kerajinan tangan, otomotif, hingga bursa tenaga kerja. Sejumlah OPD juga membuka stan layanan, termasuk PTSP yang menyediakan layanan perizinan langsung di lokasi.

Untuk menambah daya tarik, Pemkab menggandeng pasar malam, hiburan musik setiap malam, serta lomba Siskamling hasil kerja sama dengan Satpol PP. “Setiap hari harus ada hiburan agar pengunjung ramai dan UMKM bisa mendapatkan pemasukan maksimal,” kata Heru.

Kolaborasi Besar: Korpri, Dekranasda, hingga Dunia Investasi

Pada Minggu, 23 November, expo akan dipadati kegiatan jalan sehat HUT ke-54 Korpri, yang dipusatkan di area expo. Agenda ini sengaja disinergikan agar kunjungan masyarakat meningkat sejak pagi.

Selain itu, di penghujung kegiatan, Dekranasda Karanganyar menggelar fashion show batik Karanganyar pada 29 November. Acara ini menjadi puncak expo sekaligus ajang promosi batik lokal ke publik.

Mendorong Pertumbuhan dan Kemitraan UMKM

Meski tidak menetapkan target omzet khusus, Heru memastikan pemerintah akan tetap menghitung dan melaporkan besaran perputaran uang selama gelaran expo. Yang lebih penting, katanya, ialah perubahan pola dan peluang baru bagi UMKM.

“Kami berharap muncul kemitraan baru antara UMKM dengan pelaku usaha menengah dan besar. Ini sekaligus mendukung hilirisasi dan peningkatan investasi di Karanganyar,” terangnya.

Bahkan, Pemkab juga menyiapkan agenda khusus untuk mengundang para investor agar dapat melihat langsung potensi produk lokal. Harapannya, terjadi penjajakan kerja sama—misalnya antara produsen herbal dengan petani jahe atau lengkuas di Karanganyar.

Lebih Panjang dan Lebih Meriah dari Tahun Sebelumnya

Karanganyar Expo 2025 tahun ini disebut berbeda dari edisi sebelumnya. Durasi acara dibuat lebih panjang—10 hari penuh—dan konten acara lebih variatif sebagai strategi menarik pengunjung sekaligus memperluas eksposur UMKM lokal.

“Harus berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tidak sekadar rutinitas, tetapi benar-benar memberi dampak signifikan bagi UMKM,” tegas Heru.

Sementara para pedagang yang berada di area depan alun-alun juga tetap diperbolehkan berjualan, namun dengan penataan yang lebih rapi agar selaras dengan keseluruhan konsep expo.

Dengan rangkaian acara yang semakin lengkap, pemerintah berharap Karanganyar Expo mampu menjadi etalase besar wajah ekonomi Karanganyar, sekaligus memantapkan UMKM daerah agar semakin maju dan dikenal luas.(Hds/K2)