DAERAH  

Jenderal Besar HM. Soeharto Diberi Gelar Pahlawan Nasional Elemen Masyarakat Karanganyar Gelar Syukuran

IMG 20251110 163046
Kiswadi Agus didampingi beberapa tokoh element masyarakat Karanganyar berikan keterangan kepada wartawan seusai gelar do'a Syukur atas diberikanya gelar pahlawan Nasional untuk Jendral Besar HM. Soeharto di Astana Giri bangun ( Senin, 10 Oktober 2025 )

Kabar Karanganyar, — Elemen masyarakat pecinta Soeharto di Karanganyar menggelar acara syukuran setelah Jenderal Besar H.M. Soeharto resmi ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Dalam kesempatan tersebut, mereka juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah mengabulkan perjuangan panjang mereka sejak 2010 untuk mengusulkan Soeharto memperoleh gelar kepahlawanan.

Kiswadi Agus, salah satu tokoh Yayasan Keluarga Besar Soeharto di Karanganyar, menyatakan bahwa keputusan pemerintah ini menjadi penutup dari proses panjang yang terus mereka perjuangkan bertahun-tahun.

“Ini adalah bentuk rasa syukur kami karena apa yang kami usulkan sejak lama akhirnya dikabulkan. Sejak 2009–2010 kami sudah bergerak, mengadakan seminar dan menghimpun dukungan untuk Pak Harto,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa saat pengusulan awal, dukungan resmi diberikan oleh Juliantono selaku Ketua DPRD Karanganyar kala itu.

“Dulu Pak Juliantono langsung memberikan surat dukungan, dan itu kami teruskan kepada gubernur sesuai mekanisme yang berlaku,” kata Kiswadi.

Kiswadi juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai elemen masyarakat yang selama ini konsisten mendukung proses tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman dari DPK, Pasoka, Al Badar, KPS, BMI, maupun Relawan Karanggunung Matesih yang selama ini berkontribusi. Tanpa mereka, perjuangan panjang ini tidak akan berjalan,” tuturnya.

Dalam penegasannya, ia menambahkan bahwa Soeharto kini menjadi tokoh ketiga yang berstatus Pahlawan Nasional dan dimakamkan di Kabupaten Karanganyar. Dua tokoh lainnya ialah RM Said atau Pangeran Sambernyawa (Mangkunegaran I) yang dimakamkan di Astana Mangadeg, serta Hj. Siti Hartinah (Ibu Tien Soeharto) yang bersemayam bersama Soeharto di Astana Giribangun.

“Tiga tokoh pahlawan nasional berada di Karanganyar dan semuanya dimakamkan dalam kompleks yang saling berdekatan. Ini menjadi kehormatan besar bagi daerah kami,” ucapnya.

Kiswadi menilai bahwa penganugerahan ini sekaligus meneguhkan hubungan sejarah Karanganyar dengan tokoh-tokoh besar bangsa, khususnya Jenderal Besar H.M. Soeharto.(Hds/K2)