DAERAH  

Gerindra Soroti Infrastruktur, Sampah, dan Mutu Pendidikan dalam Pandangan Umum APBD 2026

IMG 20251120 151047
Fraksi Gerindra Karanganyar condong pada peningkatan infrastruktur dan pengelolaan sampah saat berikan pandangan umum dalam rapat paripurna tanggapi nota keuangan Bupati APBD 2026

Kabar Karanganyar, – Fraksi Partai Gerindra DPRD Karanganyar menyoroti sejumlah program strategis dalam Rancangan APBD 2026. Pandangan umum tersebut disampaikan juru bicara fraksi, Setyawan Dibroto, saat sidang paripurna DPRD terkait nota keuangan Bupati, Kamis (20/10/2025).

Dalam penyampaiannya, Setyawan memaparkan bahwa APBD 2026 memuat anggaran belanja sebesar Rp 2,03 triliun, dengan pendapatan daerah ditarget Rp 1,98 triliun. Target tersebut terdiri dari PAD Rp 522,59 miliar dan pendapatan transfer Rp 1,46 triliun. Adapun defisit sebesar Rp 47 miliar akan ditutup dari SILPA Rp 50 miliar.

“APBD bukan hanya dokumen anggaran. Setiap rupiah harus memberi dampak nyata bagi pelayanan dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Setyawan.

Fraksi Gerindra mengapresiasi berbagai pembangunan jalan yang dinilai efektif mendukung mobilitas dan ekonomi masyarakat. Namun, Setyawan mengingatkan agar proyek pembangunan tidak terpusat di kawasan kota saja.

“Pemerataan pembangunan harus diperkuat hingga wilayah pinggiran. Warga di pelosok berhak merasakan manfaat yang sama,” katanya.

Masalah sampah menjadi sorotan lain dalam pandangan umum Gerindra. Setyawan menilai sejumlah kebijakan terkait pengurangan sampah, bank sampah, hingga inovasi oksidator sudah berjalan, namun belum menjawab akar persoalan.

“Pengurangan sampah harus diperkuat dari hulu. Edukasi dan pelibatan masyarakat sangat penting agar hasilnya lebih signifikan,” jelasnya.

Gerindra juga mendorong penguatan sektor pendidikan, termasuk dukungan terhadap program makanan bergizi gratis pemerintah pusat. Prestasi siswa Karanganyar yang menonjol di ajang nasional menunjukkan potensi daerah yang perlu diperkuat.

“Penguasaan bahasa Inggris dan matematika harus menjadi prioritas agar SDM Karanganyar siap menghadapi visi 2045,” tutur Setyawan.

Terkait pembiayaan daerah, Gerindra menilai skema penutupan defisit melalui SILPA adalah langkah yang tepat.

“Kami berharap pembiayaan benar-benar diarahkan untuk program prioritas yang bermanfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Setyawan menutup pandangannya dengan mengajak seluruh elemen masyarakat meneladani semangat Hari Pahlawan dan HUT Karanganyar ke-108.

“Semangat RM Said dan Nyi Ageng Karang harus menjadi inspirasi dalam membangun Karanganyar yang semakin maju,” pungkasnya.(Hds/K2)