Kabar Karanganyar, — Sinergi antara Dekranasda Kabupaten Karanganyar dan Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disdagperinaker) kembali tampak kuat dalam penutupan Karanganyar Expo 2025, Sabtu (29/11/2025). Parade busana batik khas Karanganyar menjadi magnet utama malam itu, memperlihatkan karya yang seluruh prosesnya—mulai dari pembatikan, desain hingga produksi—dikerjakan oleh tangan-tangan perajin lokal.
Alun-alun Karanganyar berubah menjadi pusat perhatian ketika sejumlah pimpinan OPD, camat, kepala UPT, hingga putra-putri daerah menaiki panggung peragaan. Motif-motif khas Karanganyar tampil dengan karakter yang beragam, memperlihatkan kekuatan identitas batik lokal. Suasana semakin hidup ketika beberapa peraga tampil berpasangan, memberikan sentuhan elegan yang mendapat sambutan meriah dari ribuan penonton.
Plt. Kepala Disdagperinaker sekaligus Ketua Panitia, Heru Joko Sulistiyono, menyampaikan bahwa expo tahun ini berjalan jauh melampaui ekspektasi. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut tak lepas dari kekompakan seluruh elemen daerah.
“Sinergi antara OPD, pelaku UMKM, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan Expo 2025. Selama sembilan hari, pengunjung tidak pernah sepi dan pelaku UMKM mampu mencatat omzet hingga Rp1,2 miliar. Ini bukti bahwa produk kita memiliki pasar yang kuat,” ujarnya.
Heru juga berterima kasih atas dukungan Bupati dan Wakil Bupati yang menurutnya sangat menentukan kelancaran penyelenggaraan.
“Tanpa dukungan penuh dari pimpinan daerah, tidak mungkin expo dapat berjalan seoptimal ini,” tambahnya.
Ketua Dekranasda Karanganyar, dr. Farida Nurhayati Rober Christanto, menegaskan bahwa parade batik bukan sekadar peragaan busana, tetapi ruang apresiasi bagi karya perajin daerah.
“Banyak yang belum tahu bahwa Karanganyar memiliki batik dengan motif dan kualitas yang sangat luar biasa. Parade ini kami gelar agar masyarakat semakin bangga menggunakan produk lokal,” tuturnya.
Farida mengapresiasi dedikasi para desainer dan peraga yang terlibat. “Semua busana yang ditampilkan adalah karya asli Karanganyar. Ini wujud nyata bahwa kreativitas perajin kita mampu bersaing,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Karanganyar Rober Christanto, S.E., M.M., mengapresiasi antusiasme pengunjung yang memadati alun-alun hingga akhir acara. Ia menilai keberhasilan expo bukan hanya dari sisi hiburan, tetapi juga pergerakan ekonomi yang sangat terasa.
“Expo ini menjadi ruang bagi UMKM untuk tumbuh lebih kuat. Ramainya transaksi dan minat masyarakat menunjukkan bahwa produk Karanganyar sangat diminati,” ungkap Bupati.
Ia juga menyoroti kedatangan pengunjung dari luar daerah.
“Kehadiran warga dari Sukoharjo, Boyolali, dan daerah sekitar menandakan bahwa Karanganyar semakin dikenal sebagai pusat produk kreatif,” katanya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh perangkat daerah yang terlibat.
“Kerja keras panitia, OPD, dan seluruh stakeholder membuat expo tahun ini menjadi salah satu yang terbaik. Saya ucapkan terima kasih atas dedikasinya,” imbuhnya.
Parade batik menjadi penutup yang meninggalkan kesan mendalam—perpaduan cahaya, musik, tepuk tangan, dan pesona batik khas Karanganyar yang tampil anggun di panggung. Gelaran ini sekaligus menjadi penegas bahwa Karanganyar terus berkomitmen mengangkat nilai budaya lokal melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, Dekranasda, pelaku UMKM, dan masyarakat.(Hds/K2)












