DAERAH  

Bupati Karanganyar Dorong Kopdes Merah Putih Bersinergi dengan MBG Jadi Mitra Pemasok Bahan Baku SPPG

IMG 20251124 WA0079
Bupati Karanganyar Rober Christanto memberikan arahan kepada 100 pengurus koperasi desa Merah Putih dalam kegiatan peningkatan kapasitas pengurus KMP di Kabupaten Karanganyar

Kabar Karanganyar,— Bupati Karanganyar Rober Christanto mendorong Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di seluruh desa agar mampu bersinergi dengan jaringan Makan Bergizi Geratis (MBG) sebagai pemasok utama bahan baku kebutuhan pokok dan SPPG. Hal itu disampaikan Rober dalam kegiatan peningkatan kapasitas pengurus Kopdes Merah Putih di Hotel Indah Palace Tawangmangu.

Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa koperasi desa harus bergerak lebih progresif dan tidak hanya bertumpu pada usaha simpan pinjam. Menurutnya, peluang usaha yang terbuka melalui MBG sangat besar dan bisa menjadi motor perputaran ekonomi di tingkat desa.

Rober mencontohkan, satu gerai MBG mampu membelanjakan rata-rata Rp30 juta per hari. Jika dua MBG beroperasi, maka potensi perputaran uang bisa mencapai Rp60 juta setiap hari atau lebih dari satu miliar rupiah per bulan.

“Ini peluang luar biasa. Kopdes jangan hanya berkutat di gas dan sembako. Harus inovatif melihat celah usaha yang bisa digarap,” tegasnya kepada para pengurus.

Dalam sesi dialog, Rober menanyakan satu per satu bidang usaha yang sudah digerakkan pengurus Kopdes dari berbagai desa. Ia menilai sebagian besar masih bertumpu pada komoditas subsidi pemerintah seperti gas LPG dan pupuk. Padahal menurutnya, sektor pertanian, hortikultura, hingga pengolahan hasil tani lokal memiliki potensi besar untuk masuk dalam rantai pasok MBG.

Bupati juga menyinggung perlunya memperkuat ketersediaan komoditas lokal sebagai produk unggulan Karanganyar. Ia mencontohkan kebutuhan pasar wisata Tawangmangu yang besar untuk buah dan oleh-oleh, namun sebagian masih didatangkan dari luar daerah.

“Pisang, jeruk, oleh-oleh wisata—banyak yang labelnya dari Lampung atau Sukabumi. Padahal petani kita bisa menghasilkan itu semua. Tinggal koperasinya yang harus berani mengangkat,” ujarnya.

Selain itu, Rober mendorong Kopdes Merah Putih ikut masuk dalam skema resi gudang atau “resi budak” agar dapat menampung gabah petani. Dengan sistem tersebut, koperasi dapat berperan seperti Bulog versi desa yang memberi keuntungan langsung bagi petani dan anggota koperasi.

“Hasil pertanian kita selama ini lebih banyak ‘wisata’ ke luar kota sebelum kembali jadi beras. Biayanya tinggi. Kalau Kopdes bisa menampung, nilai tambahnya tinggal di Karanganyar,” jelasnya.

Bupati meminta para pengurus Kopdes tidak ragu berkoordinasi dengan lurah dan camat untuk membuka akses kemitraan dengan MBG maupun peluang perdagangan lainnya. Ia menekankan bahwa Presiden Prabowo mendorong agar perputaran ekonomi terjadi di daerah masing-masing, bukan bergantung pada pasokan luar daerah.

“Koperasi Merah Putih harus jadi penggerak. Kalau pengurusnya belum bisa berbicara, sampaikan ke lurah. Lurah koordinasi ke camat. Ini kerja bersama untuk memperkuat ekonomi desa,” kata Rober.

Di akhir arahannya, Bupati Karanganyar mengajak seluruh Kopdes untuk benar-benar serius membangun inovasi usaha agar roda ekonomi Karanganyar bergerak lebih cepat dan daya beli masyarakat meningkat signifikan.(Hds/K2)