Kabar Karanganyar — Suasana haru menyelimuti Kabupaten Karanganyar, Senin (20/10/2025). Bupati Karanganyar Rober Christanto bersama Wakil Bupati, Kapolres, dan Kajari tampak kompak mengenakan busana adat khas Nusa Tenggara Timur (NTT) saat jenguk santri korban robohnya joglo di RS dr. Oen Surakarta. Pakaian adat itu menjadi simbol penghormatan dan perpisahan bagi Kepala Kejaksaan Negeri Karanganyar, Robert Jimmy Lambilla, yang akan bertugas di tempat baru.
Tragedi itu sendiri terjadi tak lama sebelum momen perpisahan. Sebuah joglo yang baru dibangun setahun lalu di salah satu lembaga pendidikan Al-Qur’an yang beralamat di dusun Randusari, Wonosari, Gondangrejo Karanganyar roboh diterjang angin kencang dan hujan deras. Belasan santri, seorang ustazd, dan beberapa orang tua yang sedang berteduh tertimpa reruntuhan. Berdasarkan data BPBD Karanganyar, tujuh santri mengalami luka cukup serius dan harus menjalani perawatan intensif di RS dr. Oen Surakarta.
Di tengah suasana duka itu, Bupati Robert Christanto dengan balutan outer adat NTT berwarna hitam bermotif manik-manik putih menyampaikan rasa prihatin dan empati mendalam kepada para korban.
“Saya mewakili Pemerintah Kabupaten Karanganyar turut prihatin atas kejadian yang menimpa adik-adik santri semua. Semoga musibah ini menjadi pengingat bagi kita untuk selalu waspada dan bisa menambah semangat belajar mengaji. Insyaallah, ini akan menjadi amal jariyah yang pahalanya tidak terputus,” ujar Bupati Rober dengan nada penuh kehangatan.
Momen tersebut terasa semakin mengharukan karena bertepatan dengan acara perpisahan Kajari Karanganyar, Robert Jimmy Lambilla, yang akan menempati jabatan baru sebagai Kepala Bidang Biro di Kejaksaan Agung RI. Para pejabat yang hadir mengenakan busana adat NTT sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan integritas Robert selama mengabdi di Bumi Intanpari.
Selama menjabat, Robert dikenal sebagai jaksa tegas dan berintegritas tinggi. Ia berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam pemberantasan korupsi di Karanganyar. Berdasarkan catatan KabarKaranganyar.com, sedikitnya 23 pelaku korupsi telah dijebloskan ke balik jeruji besi selama masa kepemimpinannya. Tak hanya itu, Robert juga berperan besar dalam memulihkan potensi kerugian keuangan negara hingga sedikitnya Rp30 miliar melalui pengembalian uang pengganti dari berbagai perkara korupsi yang berhasil diungkap.
Prestasi tersebut menjadi warisan berharga bagi Kejaksaan Negeri Karanganyar, sekaligus teladan bagi aparat penegak hukum lainnya. Di tengah suasana duka para santri, kehangatan dan rasa hormat terhadap sosok Kajari Robert Jimmy Lambilla menjadi penanda indah di akhir masa tugasnya—sebuah perpisahan yang tak hanya mengharukan, tetapi juga menginspirasi.(Hds/K2)












