DAERAH  

Apresiasi PWM Muhammadiyah Jateng untuk UMUKA, Rektor Targetkan 1.500 Mahasiswa Baru Tahun Ini

Pimpinan PWM Muhammadiyah Jateng Apresiasi UMUKA
Foto : Sekretaris PWM Muhammadiyah Jawa Tengah Dodok Sartono (Batik) bersama Rektor UMUKA Karanganyar Moh. Syamsuri (Koko)

Kabar Karanganyar,— Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PDM) Jawa Tengah memberikan apresiasi tinggi kepada Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA) atas capaian luar biasa selama dua tahun berdiri. Dalam waktu singkat, kampus muda di bawah naungan Muhammadiyah itu berhasil meraih kepercayaan masyarakat dengan jumlah mahasiswa aktif mencapai lebih dari 500 orang.

Sekretaris PWM Muhammadiyah Jawa Tengah, Dodok Sartono, menilai capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa UMUKA mampu tampil sebagai kampus baru yang progresif dan adaptif terhadap perkembangan zaman, terutama dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi dan interaksi publik.

Pimpinan tinggi PWM Muhammadiyah Jawa Tengah tersebut juga menegaskan bahwa paradigma dunia pendidikan kini telah berubah. Kampus, menurutnya, tidak lagi hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan formal, melainkan juga sebagai pelayanan publik (public service).

“Kampus sekarang harus melihat dirinya sebagai bagian dari pelayanan publik. Mahasiswa bukan sekadar peserta didik, tetapi juga pelanggan yang perlu dilayani dengan baik — mulai dari sarana, prasarana, hingga pelayanan akademik yang nyaman dan profesional,” ujar Dodok Sartono.

Menanggapi apresiasi dan pandangan tersebut, Rektor UMUKA, Moh. Syamsuri, menyampaikan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas dan kepercayaan masyarakat terhadap kampus. Ia menargetkan rekrutmen 1.500 mahasiswa baru pada tahun ini sebagai langkah konkret menjawab tantangan dari PDM.

“Sekarang ini peran media sosial sangat besar. Dari survei kami, sebagian besar mahasiswa mengetahui UMUKA dari media sosial. Ke depan, strategi digital ini akan kami tingkatkan tanpa melupakan upaya lain seperti jaringan silaturahmi dan kerja sama kelembagaan,” ujar Syamsuri.

Ia menjelaskan, konsep pengelolaan kampus tidak hanya berfokus pada fungsi fungsional, tetapi juga pendekatan emosional — dengan menciptakan suasana belajar yang nyaman, pelayanan yang ramah, serta interaksi yang humanis antara dosen dan mahasiswa. “Kampus sekarang harus menjadi public service, tempat mahasiswa merasa dilayani, dihargai, dan aman,” tambahnya.

Syamsuri juga menegaskan pentingnya sinergitas antarperguruan tinggi Muhammadiyah, baik dalam bidang penelitian, pengabdian masyarakat, maupun pertukaran dosen. UMUKA telah menjalin kerja sama dengan berbagai kampus besar seperti UMS, UAD, UNIMUS, dan UMM untuk memperkuat mutu akademik serta daya saing.

Dalam kegiatan tersebut, UMUKA juga menyalurkan 210 paket bantuan sosial hasil iuran dosen, sebagai wujud nyata kepedulian sivitas akademika kepada masyarakat, khususnya kaum disabilitas dan warga kurang mampu. “Kami berbagi dari hati, bukan dari anggaran kampus, tapi dari solidaritas dosen-dosen UMUKA,” tutur Rektor.

Dengan semangat kebersamaan dan inovasi, UMUKA menegaskan komitmennya menjadi kampus unggulan di Karanganyar yang tumbuh cepat namun tetap berpegang pada nilai-nilai Muhammadiyah: berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat.(Hds/K2)