Kabar Karanganyar, – Ketergantungan Masyarakat Indonesia terhadap bahan pokok makanan berupa beras sangat lah tinggi, dan pada akhirnya menyebabkan negara harus mengimpor beras dari luar negeri untuk mencukupi kebutuhan tersebut.
Dalam rangka HUT PDI Perjuangan ke 52 tahun 2025 ketua umum Megawati Sukarno putri menginstruksikan seluruh kader bantheng untuk membaur dan membersamai para petani di seluruh pelosok negeri agar supaya bersosialisasi, mendampingi dan membantu para petani dalam upaya menjaga ketahanan pangan nasional, para petani di ajak menggalakan gerakan menanam tanaman pangan pengganti beras, hal ini diharapkan agar bisa mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap beras.
Dengan membumikan kembali tanaman pangan pengganti beras yang berupa aneka ragam palawija, jagung, gandum, sorgum, pisang, sorgum, hanjeli, porang dan sukun. Berbagai jenis tanaman tersebut merupakan sumber karbohidrat yang di butuhkan oleh tubuh kita selain dari bahan pokok beras.

Gerakan menanam tanaman pangan pengganti beras ini di gencarkan secara serentak kepada seluruh kader bantheng PDI Perjuangan Jawa Tengah mulai dari anggota fraksi, eksekutif, pengurus cabang sampai tingkat pengurus ranting di tingkat kampung kampung di Jawa Tengah.
Tidak ketinggal kader bantheng militan Kabupaten Karanganyar yang saat ini terpilih menjadi bupati Karanganyar periode 2025 – 2030 H. Rober Christanto, S.E, M.M melaksanakan gerakan tersebut dengan menggandeng kelompok tani di desa Dukuh kecamatan Ngargoyoso pada hari Senin, 20 Januari 2025.
Rober bersama para petani di desa Dukuh memulai gerakan menanam tanaman pangan pengganti beras dengan memilih tanaman Ubi jalar. Di pilihnya tanaman Ubi ini di karenakan sangat cocok untuk di tanam di lahan pertanian desa Dukuh kecamatan Ngargoyoso tersebut. Sehingga hasil yang di harapkan nanti tanaman Ubi jalar ini bisa di Budi dayakan sebagai hasil komoditas unggulan dari desa Dukuh.

” Kita semua akan ikut berperan aktif dalam menjaga ketahanan pangan Nasional, saat ini DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah mengajak kita untuk kembali membudi dayakan tanaman pangan pengganti beras, di lahan pertanian ini akan kita tanam bersama Ubi jalar karena lahanya sangat cocok dan cuaca yang sejuk, cukup dengan sinar matahari ini akan bisa menjadikan hasil tanaman kita nanti menjadi bagus sehingga bisa kita jadikan komoditas hasil pertanian yang dapat di unggulkan oleh masyarakat desa Dukuh Kecamatan Ngargoyoso ini. ” Kata Rober dalam mengawali kegiatan tersebut.
Gerakan yang di gencarkan oleh DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah tersebut menurut Rober cocok untuk merefleksikan budaya leluhur dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang tidak selalu menggantungkan kebutuhan karbohidrat dari sumber beras.

Karena menurut beliau budaya di masyarakat Jawa saat masih menggunakan sistem tanam padi kering masyarakat sudah menerapkan pola makan pengganti beras. Seperti adanya nasi thiwul, nasi jagung dan banyak lagi sumber karbohidrat mereka dari tanaman palawija atau yang lainnya selain beras, karena mereka menyadari hanya bisa panen beras setahun maksimal dua kali panen, yang mengharuskan masyarakat pandai menghemat beras di dalam lumbung mereka.
” Gerakan yang PDI Perjuangan Jawa Tengah laksanakan saat ini sangatlah luar biasa untuk kita bisa membumikan kembali budaya leluhur kita yang telah mengajarkan bahwa tidak harus selamanya kebutuhan perut ini di isi dengan beras, mereka menciptakan thiwul, nasi jagung dan yang lainya saat mereka hanya bisa penen padi dua kali setahun, mereka menghemat padi di lumbung lumbung dan beras hanya akan di sajikan di saat saat tertentu saja, ini lokal genius yang harus kita tiru dan amalkan saat ini agar pemerintah tidak lagi impor beras dari luar negeri. ” Kata Rober saat di konfirmasi kabar karanganyar.com (Hds/K2)












