DAERAH  

Awas! Knalpot Brong hingga Lawan Arus Terget Operasi Patuh Candi 2026 Satlantas Karanganyar

IMG 20261026 WA0133
Inspeksi pasukan oleh kapolres Karanganyar AKBP. Arman Santi dalam gelar apel pasukan operasi patuh candi 2026.

Kabar Karanganyar,– Awas!, Pengendara kendaraan bermotor yang tidak tertib administrasi, menggunakan knalpot brong, hingga nekat melawan arus bakal menjadi sasaran penertiban Satlantas Polres Karanganyar. Operasi Patuh Candi 2026 resmi dimulai Senin (26/10/2026) dan akan berlangsung selama 14 hari hingga Minggu (8/11/2026).

Sebanyak 50 personel dikerahkan untuk mengawal operasi yang menyasar berbagai pelanggaran lalu lintas di seluruh wilayah Kabupaten Karanganyar. Selain knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis, polisi juga membidik pengendara tanpa helm, kendaraan tanpa tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB), serta pengendara yang berboncengan lebih dari satu orang.

Kapolres Karanganyar, AKBP Arman Sahti, mengatakan Operasi Patuh Candi digelar untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus menekan angka kecelakaan di jalan raya.

“Pada kesempatan hari ini kita melaksanakan apel gelar pasukan sebagai tanda dimulainya Operasi Patuh Candi yang dimulai dari tanggal 26 Oktober sampai dengan 8 November 2026,” ujar Arman seusai apel gelar pasukan, Senin (26/10/2026).

Menurut Arman, penindakan dilakukan melalui tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) serta penindakan langsung oleh petugas di lapangan. Polisi tidak hanya menyasar pelanggaran kasatmata, tetapi juga kendaraan yang tidak memenuhi ketentuan spesifikasi teknis.

Knalpot brong menjadi salah satu perhatian karena penggunaannya tidak sesuai ketentuan. Begitu pula perilaku melawan arus, yang berisiko memicu kecelakaan dan membahayakan pengguna jalan lainnya.

“Tidak hanya knalpot brong. Ada beberapa sasaran, di antaranya melawan arus, tidak menggunakan helm, berboncengan lebih dari satu, kendaraan yang tidak menggunakan TNKB, serta kendaraan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis,” tegasnya.

Arman menambahkan, pengawasan tidak terpaku pada satu lokasi. Petugas akan menyasar sejumlah titik di wilayah Karanganyar, terutama lokasi yang rawan terjadi pelanggaran lalu lintas.

Terkait kendaraan yang belum memenuhi kewajiban pembayaran pajak, Polres Karanganyar akan berkoordinasi dengan instansi terkait. Sementara itu, pemeriksaan kelengkapan administrasi kendaraan, termasuk TNKB dan surat tanda nomor kendaraan (STNK), tetap menjadi perhatian petugas.

“Untuk kendaraan yang tidak patuh terhadap kewajiban membayar pajak, nanti kita komunikasikan dan koordinasikan dengan dinas terkait,” katanya.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Karanganyar, AKP Razes Pernando Manurung, menjelaskan penindakan melalui ETLE memanfaatkan rekaman kamera untuk mendeteksi dugaan pelanggaran. Hasil tangkapan kamera selanjutnya digunakan untuk mengidentifikasi kendaraan dan melakukan konfirmasi terhadap pelanggaran yang terekam.

Meski membantu pengawasan, jumlah kamera ETLE yang tersedia saat ini dinilai masih perlu ditambah agar jangkauan pemantauan semakin luas.

Razes juga menyoroti potensi bahaya kendaraan truk yang tidak dilengkapi lampu belakang atau lampu rem sesuai ketentuan, terutama saat melintas di jalan tol dan pada malam hari ketika jarak pandang terbatas.

Polres Karanganyar, kata dia, telah menyurati perusahaan-perusahaan angkutan agar memastikan kendaraan operasional mereka memenuhi standar keselamatan sebelum operasi berlangsung.

“Kami mengutamakan daerah rawan pelanggaran melawan arus dan jalan tol. Ada keluhan masyarakat terkait truk yang tidak menggunakan lampu belakang sehingga berpotensi mengakibatkan kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.

Melalui Operasi Patuh Candi 2026, polisi mengimbau masyarakat tidak menunggu sampai terkena tilang untuk melengkapi dokumen dan memastikan kendaraannya sesuai ketentuan. Pengendara diminta menggunakan helm, mematuhi rambu-rambu, tidak melawan arus, serta memastikan seluruh perangkat keselamatan kendaraan berfungsi dengan baik.

Kepatuhan berlalu lintas menjadi kunci untuk mengurangi risiko kecelakaan. Selama operasi berlangsung, masyarakat diharapkan lebih disiplin dan tidak mengabaikan aturan yang telah ditetapkan demi keselamatan bersama. (Hds/K2)