DAERAH  

Apel Perdana PAKAR, Dishub Karanganyar Sebut Ambulans Penyambung Nyawa Masyarakat

IMG 20260913 190153
Driver Ambulance Relawan Jumapolo Militan menerima nomer lambung unit Ambulance pada kegiatan Apel Akbar Paguyuban Ambulance Karanganyar.

Kabar Karanganyar, – Paguyuban Ambulans Karanganyar (PAKAR) menggelar apel akbar perdana di halaman Gedung Teater Bhineka Karanganyar, Minggu (13/9/2026). Di tengah deretan ambulans relawan yang berkumpul, Dinas Perhubungan (Dishub) Karanganyar menyebut keberadaan PAKAR bukan sekadar komunitas kendaraan, tetapi menjadi bagian penting dalam menyambung nyawa masyarakat.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Karanganyar, Jalus Setyo Bintoro, mengapresiasi antusiasme PAKAR yang selama ini ikut membantu pelayanan masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan evakuasi.

Menurut Jalu, peran para relawan ambulans memiliki makna kemanusiaan yang besar. Mereka hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan cepat, sehingga keberadaan ambulans relawan layak disebut sebagai penyambung nyawa masyarakat.

“PAKAR ini adalah penyambung nyawa masyarakat. Semangatnya kurang lebih seperti Bung Karno yang dikenal sebagai penyambung lidah rakyat,” ujar Jalu dalam kegiatan tersebut.

Jalu mengatakan, keberadaan PAKAR juga menjadi bagian dari ekosistem pelayanan darurat di Kabupaten Karanganyar. Karena itu, pihaknya mendorong agar koordinasi antara pengelola ambulans relawan dengan pemerintah terus diperkuat.

Salah satu perhatian Dishub adalah kelancaran ambulans ketika menjalankan tugas kemanusiaan. Kendaraan ambulans yang sedang membawa pasien atau melakukan evakuasi membutuhkan prioritas di jalan agar waktu tempuh menuju fasilitas kesehatan dapat dipangkas.

Dishub Karanganyar, lanjut Jalu, siap memberikan dukungan pengawalan ambulans apabila terjadi penutupan ruas jalan karena kegiatan tertentu yang berpotensi menghambat perjalanan kendaraan darurat.

“Kalau ada kegiatan yang menyebabkan jalan ditutup dan ambulans membutuhkan akses, kami siap membantu melakukan pengawalan,” katanya.

Selain persoalan kelancaran lalu lintas, Dishub juga mendukung pengecekan kelaikan kendaraan atau ramp check terhadap ambulans yang tergabung dalam PAKAR.

Langkah tersebut dinilai penting karena ambulans tidak hanya dituntut cepat, tetapi juga harus aman ketika digunakan untuk membawa pasien maupun melakukan evakuasi dalam kondisi darurat.

Ketua PAKAR, Juniardi Setiawan atau akrab disapa Pak Iwan, mengatakan apel akbar perdana tersebut sekaligus menjadi momentum pendataan dan penguatan koordinasi antarunit ambulans di Kabupaten Karanganyar.

110 Ambulance Mendapatkan Nomer Lambung

Dalam kegiatan tersebut, PAKAR membagikan nomor lambung kepada unit ambulans yang telah terdata. Hingga apel perdana digelar, sebanyak 110 unit ambulans telah mendapatkan nomor lambung.

Jumlah tersebut masih akan bertambah. Dari sekitar 210 unit ambulans yang diperkirakan beroperasi di wilayah Karanganyar, sekitar 20 unit lainnya tengah menjalani proses pendaftaran untuk pendataan tahap kedua.

Anggota PAKAR berasal dari berbagai unsur, mulai dari organisasi masyarakat, ambulans tingkat kecamatan, PSC, PMI hingga rumah sakit yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Karanganyar.

“Pendataan ini untuk mempermudah koordinasi. Kami ingin semua ambulans yang tergabung bisa terdata dengan baik sehingga ketika ada kejadian atau kebutuhan pelayanan masyarakat, koordinasinya lebih mudah,” kata Iwan.

Namun, di balik besarnya peran relawan ambulans, PAKAR masih menghadapi sejumlah persoalan. Salah satunya keterbatasan fasilitas medis di dalam ambulans.

PAKAR butuh fasilitas darurat di dalam masing – masing unitnya

Iwan menyebut sejumlah ambulans relawan masih kekurangan perlengkapan dasar seperti oksigen, handscoon, selang oksigen sekali pakai hingga perban.

Keterbatasan bukan hanya berdampak pada pelayanan pasien, tetapi juga meningkatkan risiko keselamatan relawan ketika harus melakukan evakuasi korban kecelakaan.

Relawan kerap berada di lokasi kejadian dengan kondisi yang tidak menentu. Tanpa perlengkapan pelindung diri yang memadai, mereka juga berpotensi terpapar risiko saat memberikan pertolongan pertama maupun mengevakuasi korban.

Karena itu, PAKAR berharap Pemkab Karanganyar memberikan perhatian lebih terhadap keberadaan ambulans relawan, terutama melalui dukungan logistik medis dan perlengkapan pertolongan pertama.

Selain kebutuhan operasional, persoalan legalitas juga masih menjadi pekerjaan rumah. Meski telah berjalan hampir empat tahun, PAKAR belum memiliki badan hukum resmi karena terbentur biaya pengurusan.

Juniardi berharap pemerintah daerah dapat membantu memfasilitasi proses legalitas tersebut sehingga organisasi memiliki pijakan hukum yang lebih kuat sekaligus semakin mudah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak.

PAKAR berencana menjadikan apel akbar tersebut sebagai agenda rutin tiga bulan sekali. Selain memperkuat silaturahmi, kegiatan berkala itu diharapkan menjadi ruang evaluasi, pendataan, koordinasi dan peningkatan kesiapsiagaan para relawan ambulans.

Dengan jumlah unit yang terus bertambah, PAKAR kini tidak hanya membawa misi mengumpulkan ambulans relawan dalam satu paguyuban. Lebih jauh, mereka ingin membangun sistem koordinasi pelayanan kemanusiaan yang lebih terarah agar ketika panggilan darurat datang, tidak ada waktu yang terbuang untuk memberikan pertolongan kepada masyarakat. (Hds/K2)