DAERAH  

Satu Barisan, Satu Semangat! Pramuka Karanganyar Teruskan Estafet Tunas Kelapa

IMG 20260901 173857
Serah Terima estafet Tunas kelapa dari Kwarcab Sragen ke Kwarcab Karanganyar dilaksanakan di Dewan kerja ranting Kebak Kramat.

Kabar Karanganyar, – Derap langkah dalam satu barisan mewarnai perjalanan Estafet Tunas Kelapa (ETK) saat Kwartir Cabang (Kwarcab) Karanganyar menerima estafet dari kontingen Kwarcab Sragen di Ranting Kebakkramat pada hari selasa (1/09/2026). Estafet tersebut selanjutnya akan diteruskan menuju Kwarcab Surakarta sebagai bagian dari rangkaian perjalanan menuju Banyumas, lokasi puncak peringatan Hari Pramuka tingkat Kwarda Jawa Tengah.

Prosesi serah terima ETK ini bukan sekadar pergantian pembawa amanah dari satu daerah ke daerah lainnya. Di balik perjalanan tersebut tersimpan pesan tentang kesinambungan perjuangan, kedisiplinan, kekompakan, serta semangat untuk menuntaskan sebuah misi secara bersama-sama.

Bupati Sragen sekaligus Kamabicab Gerakan Pramuka Sragen, Sigit Pamungkas, menyampaikan bahwa estafet menjadi gambaran pentingnya kerja kolektif dan kesinambungan kepemimpinan. Setiap peserta memiliki peran untuk menjaga amanah yang diterima sebelum kemudian menyerahkannya kepada barisan berikutnya.

Menurutnya, perjalanan ETK juga menjadi momentum untuk menempa mental dan karakter anggota Pramuka. Para peserta dituntut memiliki kedisiplinan, daya juang, serta kesiapan fisik agar mampu menyelesaikan perjalanan hingga titik tujuan.

“Estafet ini mengajarkan bahwa untuk mencapai tujuan bersama dibutuhkan kerja kolektif. Apa yang kita terima harus dijaga dan diteruskan dengan penuh tanggung jawab,” pesan Sigit.

Sementara itu, Ka Kwarcab Karanganyar Kurniadi Maulato yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar menegaskan, Kwarcab Karanganyar siap meneruskan amanah ETK tersebut menuju etape berikutnya.

Kurniadi menyebut Estafet Tunas Kelapa merupakan tradisi khas kepramukaan di Jawa Tengah yang terus dipelihara. Selain menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pramuka, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menanamkan nilai disiplin, cinta tanah air, kebersamaan dan karakter positif kepada generasi muda.

“Ini bukan hanya estafet tunas kelapa, tetapi juga estafet semangat, kedisiplinan dan nilai-nilai kepramukaan. Kita terima dari Sragen dan akan kita teruskan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Rangkaian ETK di Karanganyar juga diisi dengan kegiatan perkemahan di Ranting Kebakkramat. Semangat pengabdian turut diwujudkan melalui kegiatan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis serta pemberian santunan perlengkapan sekolah kepada 25 anak yatim.

Perjalanan ETK melibatkan titik-titik pemberangkatan di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Seluruh rangkaian tersebut akan bermuara di Banyumas, Purwokerto, yang menjadi pusat puncak peringatan Hari Pramuka tingkat Kwarda Jawa Tengah pada 9 September.

Derap langkah yang terus bergerak dari satu daerah ke daerah lain menjadi simbol bahwa Pramuka bukan sekadar kegiatan baris-berbaris atau mengenakan seragam. Lebih dari itu, Pramuka merupakan gerakan kepanduan yang menanamkan disiplin, tanggung jawab, daya juang dan karakter mulia.

Setiap langkah dalam barisan menjadi latihan untuk berjalan bersama, saling menjaga dan tidak meninggalkan satu sama lain. Nilai itulah yang diharapkan terus hidup dalam diri setiap anggota Pramuka, baik selama mengikuti estafet maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Dari Sragen, amanah telah berpindah ke Karanganyar. Dari Karanganyar, perjalanan kembali dilanjutkan. Satu tunas kelapa, satu barisan, dan satu semangat untuk menuntaskan estafet hingga tujuan. (Hds/K2)