Kabar Karanganyar, – Paguyuban Ambulance Karanganyar (PAKAR) turut ambil bagian dalam Karanganyar Eco Culture Night Carnival 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora).
Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (18/8/2026) malam, dengan rute karnaval menyusuri Jalan Lawu, mulai dari kawasan Kantor Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karanganyar hingga depan Rumah Dinas Bupati Karanganyar.
Keikutsertaan PAKAR dalam karnaval tersebut tak sekadar menjadi bagian dari kemeriahan acara. Di balik iring-iringan ambulance yang mereka tampilkan, Paguyuban Ambulance Karanganyar membawa pesan kemanusiaan sekaligus mengenalkan peran mereka kepada masyarakat sebagai paguyuban yang bergerak dalam pelayanan dan bantuan kegawatdaruratan.
Koordinator lapangan PAKAR, Wahyu Resjue, bersama Sapto Remete dan Agus Bayu Radar, mengatakan pihaknya merasa bangga dapat ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang menjadi ruang kebersamaan masyarakat Karanganyar tersebut.
Menurutnya, kehadiran PAKAR di tengah karnaval diharapkan membuat masyarakat semakin mengenal keberadaan Paguyuban Ambulance Karanganyar serta peran para anggotanya ketika terjadi situasi yang membutuhkan pertolongan darurat.
“PAKAR hadir untuk kemanusiaan. Kami ingin masyarakat semakin mengenal keberadaan kami dan memahami bahwa ambulance merupakan bagian penting dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Lebih dari sekadar tampil dalam kegiatan budaya, Paguyuban Ambulance Karanganyar menegaskan komitmennya untuk selalu siap bergerak bersama dan bergotong royong ketika terjadi peristiwa kemanusiaan di wilayah Karanganyar.
Semangat tersebut menjadi salah satu alasan PAKAR terus membangun kekompakan antaranggota. Mereka berharap setiap anggota memiliki kepedulian dan kesiapsiagaan yang sama ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
“Kami berharap kebersamaan ini tidak hanya berhenti di acara karnaval. Ketika ada kejadian kemanusiaan yang membutuhkan bantuan, kami akan selalu berusaha siap dan bergerak bersama,” katanya.
PAKAR juga memanfaatkan momentum karnaval untuk menyampaikan pesan penting kepada pengguna jalan. Masyarakat diminta memberikan ruang dan akses kepada ambulance yang sedang menjalankan tugas darurat.
Menurut PAKAR, memberikan jalan kepada ambulance bukan sekadar bentuk tertib berlalu lintas, tetapi juga dapat menentukan cepat atau lambatnya pasien mendapatkan pertolongan.
“Di dalam ambulance bisa saja ada pasien yang membutuhkan pertolongan secepat mungkin. Karena itu kami berharap masyarakat memberikan prioritas dan akses jalan ketika ada ambulance yang sedang menjalankan tugas darurat,” jelasnya.
Selain membawa pesan kemanusiaan, keikutsertaan PAKAR dalam Eco Culture Night Carnival juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara anggota paguyuban dan masyarakat.
PAKAR berharap semangat kebersamaan yang ditampilkan dalam karnaval dapat terus terjaga dan berkembang menjadi gerakan sosial yang semakin kuat di tengah masyarakat.
“Bergerak bersama untuk kemanusiaan. Bersama masyarakat, kita wujudkan Karanganyar yang peduli dan tanggap terhadap keadaan darurat,” pungkasnya. (Hds/K2)












