Napak Tilas Perjanjian Giyanti Ke-271 Dapat Perhatian Kusus Pemerintah Karanganyar 

IMG 20260214 000049
Kirab Tumpeng dalam prosesi kegiatan Napak Tilas Perjanjian Giyanti ke-271 tahun 2026

Kabar Karanganyar, — Event budaya Napak Tilas Perjanjian Giyanti ke-271 tahun 2026 mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Pagelaran budaya yang digelar di kawasan Monumen Perjanjian Giyanti pada tahun ini diadakan Jumat (13/02/2026) malam. Kegiatan tahunan itu bahkan telah didaftarkan sebagai event nasional, meski hingga kini belum berhasil masuk dalam nominasi tingkat kementerian.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karanganyar, Hari Purnomo, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menegaskan, pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap gelaran budaya yang menjadi bagian dari sejarah penting bangsa itu.

“Kabupaten Karanganyar mewakili Pak Bupati, Pak Wakil Bupati, dan Pak Sekda mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, khususnya warga Kerten, Kelurahan Jantiharjo, Karanganyar, serta pihak Keraton Yogyakarta yang telah mendukung penuh kegiatan ini,” ujar Hari Purnomo.

Menurutnya, Napak Tilas Perjanjian Giyanti bukan sekadar agenda seremonial, tetapi momentum untuk mempererat persatuan masyarakat sekaligus mengenang perjuangan para pahlawan.

“Semoga kegiatan ini menjadi momen yang sangat baik untuk mempersatukan masyarakat, khususnya di Kabupaten Karanganyar, serta menghargai perjuangan para pahlawan yang telah berjuang demi kemajuan bangsa dan negara ini,” katanya.

Antusiasme masyarakat pun terlihat tinggi sepanjang jalur kegiatan. Deretan pelaku UMKM memadati area acara dan turut memeriahkan suasana. Hari menyebut, ramainya partisipasi warga menjadi bukti bahwa event budaya ini memiliki daya tarik dan potensi besar untuk terus dikembangkan.

“Alhamdulillah, kita lihat UMKM masyarakat sepanjang jalan ikut meramaikan. Ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta akan menjajaki komunikasi lebih lanjut dengan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata agar event ini dapat naik kelas menjadi agenda berskala nasional.

“Sebenarnya sudah kita usulkan menjadi event nasional, tetapi sampai sekarang belum bisa masuk. Mungkin karena banyaknya usulan dari daerah lain. Ke depan akan kita perbaiki dan inovasi kemasannya agar lebih besar dan lebih meriah lagi,” jelasnya.

Pemkab Karanganyar berharap, dengan peningkatan konsep dan penguatan kolaborasi lintas sektor, Napak Tilas Perjanjian Giyanti dapat menjadi ikon budaya daerah yang tak hanya membanggakan Karanganyar, tetapi juga dikenal di tingkat nasional.(Hds/K2)