Kabar Karanganyar, – Warung Soto Mbok Giyem di Jalan Lawu, Karanganyar Kota, mendadak menjadi sorotan publik setelah beredar video pertemuan mantan calon presiden Anies Baswedan dengan sejumlah anggota Kodim 0727 Karanganyar. Namun jauh sebelum viral di media sosial, warung soto legendaris ini sudah lama dikenal sebagai “kantin tak resmi” prajurit TNI di Karanganyar.
Sejak pertama berdiri dan membuka cabang di sisi timur Rumah Dinas Dandim, tepat di depan Markas Kodim 0727 Karanganyar, Soto Mbok Giyem telah menjadi langganan rutin anggota Kodim. Hampir setiap pagi dan siang, meja-meja warung sederhana itu diisi prajurit yang sarapan atau makan siang.
Momentum yang terekam kamera terjadi secara kebetulan. Saat itu, sejumlah anggota Kodim—termasuk dari unsur intelijen—sedang menikmati makan siang seperti biasa. Tak lama berselang, Anies Baswedan bersama rombongan mampir untuk makan siang sebelum agenda peresmian Jembatan Titian Persatuan di Kecamatan Jumantono. Adegan sederhana itulah yang kemudian viral dan memantik berbagai spekulasi publik.
“Sebenarnya yang lebih dulu makan ya anggota Kodim, Mas. Anies datang belakangan. Kebetulan saja bareng,” ujar Tri, salah satu pelayan Soto Mbok Giyem, saat ditemui, Jumat(6/02/2026).
Tri menegaskan, kehadiran anggota Kodim di warung tersebut bukan hal baru. Sejak cabang Karanganyar dibuka sekitar satu setengah tahun lalu, prajurit Kodim 0727 hampir setiap hari datang bergantian.
“Sudah langganan. Sarapan di sini, siang juga sering di sini,” katanya.
Soto Mbok Giyem sendiri dikenal dengan kuahnya yang ringan, segar, dan konsisten. Porsi soto ayamnya tergolong besar, bahkan kerap disebut “royal” oleh pelanggan lama. Beragam lauk pendamping disajikan bebas pilih, mulai tempe goreng, perkedel, sate usus, sate telur, hingga kerupuk yang tersedia di meja.
“Kuahnya ringan dan segar. Porsinya juga besar, lauknya lengkap,” ujar Andi, salah satu pelanggan.
Meski harga soto kini mengalami penyesuaian menjadi sekitar Rp13 ribu per porsi ditambah pajak, pelanggan menilai rasa dan porsi tetap sebanding. Tak heran jika warung ini menjadi titik temu lintas kalangan—dari warga biasa, prajurit TNI, hingga tokoh nasional.
Bagi warga Karanganyar, Soto Mbok Giyem bukan sekadar tempat makan. Warung sederhana di Jalan Lawu itu kini tercatat sebagai saksi pertemuan tak disengaja antara prajurit Kodim dan seorang tokoh nasional.(Hds/K2)












