Kabar Karanganyar, – Polemik penundaan proyek pembangunan bukit Holyland pada akhir – akhir ini menjadi sorotan masyarakat karena dianggap oleh aktivis sosial media bahwa Bupati Karanganyar kalah dengan kelompok intoleran.
Pandangan oknum netizen tersebut tampaknya tidaklah benar dan dibantah oleh tokoh akademisi sekaligus pemuka agama Kristiani dan juga anggota FKUB ( Forum Kerukunan Umat Beragama) Karanganyar Dr. Paulus Purwoto, M.Th, M.Ag.
Penyampaian bantahan dari Dr. Paulus Purwoto tersebut diutarakan pada saat digelarnya diskusi forkompinda, FKUB dan tokoh masyarakat bersama bupati Karanganyar pada hari Kamis, 25 September 2025, Dr. Paulus bahkan Dr. Paulus Purwoto dikesempatan itu menyampaikan bahwa kabupaten Karanganyar merupakan kabupaten yang paling unggul dalam hal toleransi dan kerukunan antar umat beragama.
” Apa yang disampaikan oknum di sosial media itu tidaklah benar, kita sebagai akademisi siap beradu data untuk membuktikan bahwa Karanganyar adalah kabupaten yang paling unggul dalam toleransi dan memelihara kerukunan umat beragama selama ini ” Katanya dalam forum tersebut.
Menambahkan Dr. Paulus Hartono dalam kesempatan diskusi tersebut bahwa langkah yang diambil bupati Karanganyar Rober Christanto untuk menunda proyek Holyland waktu itu adalah langkah paling tepat untuk menghindari konflik di tengah masyarakat karena kondisi kemanan nasional dan daerah yang sedang tidak baik – baik saja.
” Turunya SK penundaan karena satu pertimbangan situasi nasional yang seperti itu(keamanan nasional sedang dalam situasi konflik demonstrasi), saya dalam perspektif Kristen pun menganggap itu langkah yang tepat, walaupun saat ini perlunya dikaji ulang karena situasi yang sudah berbeda ” Sambungnya.
Dalam situasi yang sama bupati Karanganyar Rober Christanto menyampaikan bahwa dalam mengeluarkan surat keputusan untuk menunda proyek Holyland adalah murni sebagai langkah menjaga stabilitas Nasional dan daerah di saat dinamika keamanan dan politik yang sedang berkecamuk di waktu itu.
” Tujuanya untuk kestabilan situasi di Karanganyar tidak ada intervensi dari siapapun, maka clear kemaren kita mengambil langkah penundaan itu, Dan di Karanganyar tidak ada intoleran adanya Bhineka Tunggal Eka ” Ucap Rober membuka diskusi soal polemik penundaan proyek Holyland di Gondangrejo.(Hds/K2)












