DAERAH  

Mbak Casytha Dorong Komunitas Muda Surakarta Jadikan Nilai Kebangsaan sebagai Gaya Hidup

IMG 20260427 162006
Casyta Arriwi Khatmandu Anggota DPD RI berikan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan kepada komunitas DMC Solo Raya

Surakarta, — Kota budaya seperti Surakarta tidak hanya menjadi ruang pelestarian tradisi, tetapi juga arena tumbuhnya kesadaran kebangsaan generasi muda. Dalam konteks itu, Anggota DPD RI asal Jawa Tengah, Casytha Arriwi Kathmandu atau Mbak Casytha, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama komunitas DMC Awesome, 15 Maret 2026.
Mbak Casytha mendorong generasi muda untuk menjadikan nilai-nilai kebangsaan sebagai bagian
dari gaya hidup, bukan sekadar wacana normatif.

Menurutnya, di tengah perkembangan kota yang dinamis seperti Surakarta yang dikenal sebagai ruang tumbuh budaya sekaligus kreativitas anak muda, nilai kebangsaan harus mampu beradaptasi dan hadir dalam keseharian generasi muda.
“Nilai kebangsaan harus terasa dekat. Tidak kaku, tetapi hidup dalam cara kita berpikir, bersikap,
dan berinteraksi,” ujarnya.

Mengaitkan Nilai Kebangsaan dengan Ekspresi Anak Muda

Dalam forum tersebut, Mbak Casytha menekankan bahwa Empat Pilar, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka tunggal Eka, dapat di implementasikan melalui berbagai bentuk ekspresi termasuk kegiatan komunitas, kreativitas hingga ruang interaksi di ruang digital.

Ia menilai komunitas seperti DMC Awesome memilki potensi besar dalam menerjemahkan nilai-nilai tersebut menjadi gerakan yang relevan dan mudah diterima oleh kalangan muda.

Diskusi berlangsung terbuka, dengan peserta mengangkat berbagai perspektif terkait bagaimana nilai kebangsaan dapat dihadirkan dalam aktivitas komunitas tanpa kehilangan esensinya.

Dari Identitas Budaya ke Kesadaran Kebangsaan

Mbak Casytha juga menyoroti pentingnya kota seperti Surakarta sebagai ruang pertemuan antara tradisi dan modernitas. Dalam konteks tersebut, nilai kebangsaan dapat diperkuat melalui pelestarian budaya sekaligus inovasi.
Menurutnya, generasi muda perlu mampu menjaga identitas budaya lokal tanpa menutup diri terhadap perkembangan zaman.

Komunitas sebagai Penggerak Nilai

lebih lanjut, Mbak Casytha mendorong komunitas untuk tidak hanya menjadi ruang berkegiatan tetapi juga menjadi penggerak nilai di tengah masyarakat

la menegaskan bahwa penguatan Empat Pilar tidak harus selalu dilakukan melalui forum formal tetapi bisa tumbuh melalui aktivitas komunitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Kebangsaan akan kuat jika hidup di tengah masyarakat, termasuk di ruang-ruang komunitas anak muda,” katanya. (K2)