Kabar Karanganyar, — Stok LPG di Provinsi Jawa Tengah dipastikan dalam kondisi sangat aman. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan ketersediaan LPG saat ini mencapai enam kali lipat dari kebutuhan normal harian, sehingga masyarakat diminta tidak melakukan panic buying di tengah isu kelangkaan energi.
Hal tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat konferensi pers usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPBE PT. Wijaya Sarana Gasindo, Gayamdompo, Popongan, Karanganyar, Rabu (8/4/2026).
“Saya ulangi, ketersediaan LPG di Provinsi Jawa Tengah sangat cukup, bahkan enam kali lipat dari kondisi normal. Oleh karena itu, tidak ada alasan terjadi kelangkaan. Masyarakat tidak perlu panik,” tegasnya.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, total ketersediaan LPG di Jawa Tengah saat ini mencapai sekitar 14.833 metrik ton. Dengan jumlah tersebut, pemerintah memastikan distribusi energi, khususnya LPG subsidi 3 kilogram, tetap terjaga.
Gubernur juga menyoroti pentingnya pengawasan distribusi agar tepat sasaran. Mengacu pada Pergub Nomor 540 Tahun 2024, LPG subsidi hanya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu, nelayan kecil dengan penghasilan di bawah Rp5 juta, petani penggarap, serta pelaku usaha mikro.
“Jangan sampai LPG 3 kilogram digunakan untuk usaha besar seperti laundry atau industri. Ini harus tepat sasaran dan terus diawasi,” ujarnya.
Ia juga menegaskan akan menindak tegas praktik ilegal seperti penimbunan maupun pengoplosan LPG subsidi ke tabung non-subsidi.
“Kalau ada yang menyuntik dari 3 kilogram ke 12 kilogram atau menimbun, itu pidana. Tidak ada toleransi bagi pelaku yang memanfaatkan situasi saat masyarakat membutuhkan,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum telah diperintahkan untuk melakukan pengawasan ketat melalui operasi rutin di lapangan guna memastikan distribusi berjalan lancar dan harga tetap terkendali.
Sementara itu, perwakilan Pertamina Jawa Bagian Tengah, Fanda Chrismianto, menyampaikan bahwa pihaknya terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan aparat kepolisian untuk menjaga kelancaran distribusi energi.
“Kami memastikan penyaluran LPG maupun BBM berjalan lancar dan tepat sasaran. Kami juga mengimbau masyarakat untuk bijak dan hemat dalam menggunakan energi,” ujarnya.
Ia menambahkan, hasil pengecekan di lapangan menunjukkan stok LPG masih tersedia di pangkalan dan harga relatif stabil sesuai ketentuan.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyinggung harga eceran tertinggi (HET) LPG 3 kilogram yang dipatok sekitar Rp18.000, dengan penyesuaian terbatas di wilayah tertentu yang memiliki kendala distribusi.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan akan terus menjaga stabilitas pasokan, distribusi, dan keterjangkauan harga sebagai tiga aspek utama dalam pengendalian energi di seluruh wilayah.
“Energi di Jawa Tengah, baik gas maupun BBM, dalam kondisi sangat cukup. Masyarakat tidak perlu panik, pemerintah menjamin ketersediaannya,” pungkasnya. (Hds/K2)












