DAERAH  

Nahdliyin Karanganyar Tak Terpengaruh Dinamika Pusat, Tetap Konsisten Tebar Manfaat

IMG 20260426 215628
Ketua PCNU Kabupaten Karanganyar KH. Nurril Huda tegaskan Nahdliyin Karanganyar tetap solid tak terpengaruh dinamika pengurus pusat.

Kabar Karanganyar, — Nahdliyin di Kabupaten Karanganyar ditegaskan tetap solid dan tidak terpengaruh oleh dinamika yang terjadi di tingkat pusat. Hal itu disampaikan Ketua PCNU Kabupaten Karanganyar, KH. Nuril Huda, dalam kegiatan halal bihalal yang digelar di Gedung Wanita Karanganyar, Minggu (26/04/2026).

Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa kondisi internal warga Nahdlatul Ulama di Karanganyar tetap dalam keadaan baik dan kondusif. Momentum halal bihalal dimanfaatkan sebagai sarana untuk semakin memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat.

“Kondisi kita sebenarnya tidak terpecah. Ini hanya momentum untuk semakin menyatukan agar lebih mantap dalam kebersamaan, sekaligus mengambil peran bersama elemen masyarakat lainnya untuk memajukan Karanganyar,” ujarnya.

Menurutnya, sebagai bagian dari masyarakat, Nahdliyin memiliki tanggung jawab untuk terus “nyempuyung” atau mendorong kemajuan daerah. Tidak hanya menjaga persatuan, tetapi juga meningkatkan pemahaman warga terhadap peluang kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga ketenangan di tengah dinamika organisasi di tingkat pusat. Warga NU di Karanganyar diminta tetap fokus pada peran sosial dan kemasyarakatan tanpa terpengaruh isu-isu yang berkembang.

“Kami ingin Nahdliyin di Karanganyar tidak terpengaruh oleh dinamika di pusat. Tetap satu, tetap berkiprah bersama untuk kemajuan bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Nahdlatul Ulama disebut sebagai organisasi yang matang dalam menghadapi berbagai dinamika. Setiap peristiwa, menurutnya, harus dilihat sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk memperkuat soliditas umat.

“Kita meyakini bahwa apa pun yang terjadi adalah cara Tuhan mendidik kita. Dari situ kita belajar, mana yang baik kita lanjutkan, yang tidak baik kita hentikan agar tidak menjadi tren,” ungkapnya.

Ia memastikan bahwa dinamika yang terjadi di tingkat pusat tidak akan berdampak pada perpecahan di tingkat daerah. Meski sempat muncul kebingungan, hal itu dinilai wajar dan dapat diselesaikan melalui tradisi konsultasi kepada para kiai.

“Masyarakat kita sudah terbiasa. Kalau ada kebingungan, mereka akan bertanya kepada kiai masing-masing. Itu justru menjadi kekuatan kita,” tambahnya.

Melalui momentum halal bihalal ini, PCNU Karanganyar berharap seluruh Nahdliyin semakin solid, mampu mengambil hikmah dari setiap dinamika organisasi, serta terus konsisten menebar manfaat bagi masyarakat demi kemajuan Karanganyar. (Hds/K2)