Kabar Karanganyar, — Betty Hariyani menjadi satu-satunya perempuan yang terpilih sebagai Pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Periode 2025–2029. Namanya ditetapkan bersama enam anggota lainnya dalam Rapat Paripurna DPR Ke-10 Masa Persidangan Kedua Tahun 2025, Senin (8/12) sore. Di tengah dominasi laki-laki di sektor konstruksi, sosok yang juga dikenal sebagai Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Karanganyar itu tampil dengan pengalaman panjang sebagai wanita karier di bidang jasa konstruksi.
Betty membenarkan penetapan dirinya usai rapat paripurna. “Tujuh Pengurus LPJK Periode 2025–2029 telah ditetapkan dalam Rapat Paripurna DPR. Sebelumnya ada 14 calon yang mengikuti fit and proper test, dan akhirnya dipilih tujuh orang,” ujarnya.
Dalam kepengurusan baru ini, Betty diusung dari unsur Asosiasi Badan Usaha. Ia juga menjabat sebagai Pengurus Pusat PII sekaligus Koordinator wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY. Dengan cakupan wilayah yang luas itu, Betty telah menyiapkan strategi penguatan sektor jasa konstruksi, termasuk konsolidasi data usaha, peningkatan kompetensi tenaga kerja, hingga mendorong inklusi perempuan yang selama ini masih rendah di sektor konstruksi.
Menurutnya, tantangan jasa konstruksi ke depan tidak ringan. “Manajemen dan tata kelola berbasis data, kesenjangan kompetensi tenaga kerja, angka kecelakaan kerja yang masih tinggi, serta minimnya partisipasi perempuan merupakan isu yang harus segera dibenahi,” terangnya.
Betty Haryani memaparkan visi LPJK empat tahun ke depan yang ia sampaikan saat uji kelayakan di Komisi V DPR RI, yakni mendorong LPJK yang bersih dan akuntabel (Integrity Governance), memperkuat satu data serta satu pintu pelayanan melalui transformasi digital (Digital Transformation), serta meningkatkan kompetensi SDM dan inklusi perempuan (Human Centric Growth).
Di bidang digitalisasi, ia menyebutkan sejumlah rencana konkret, mulai dari konsolidasi dan sinkronisasi data nasional Badan Usaha Jasa Konstruksi (BUJK), integrasi sistem sertifikasi pusat-daerah dalam satu platform, pemanfaatan artificial intelligence (AI) untuk monitoring pelaku usaha, hingga mewujudkan layanan LPJK yang full-automation dan transparan.
Betty menegaskan bahwa LPJK juga akan memperkuat kolaborasi lintas lembaga seperti LKPP, kementerian terkait, hingga aparat penegak hukum untuk mempercepat pembangunan ekosistem jasa konstruksi yang profesional, akuntabel, dan modern.
Dengan posisinya sebagai satu-satunya perempuan di jajaran pengurus LPJK serta pengalamannya memimpin PII Cabang Karanganyar, Betty optimistis bisa memberikan kontribusi nyata bagi penguatan sektor konstruksi, khususnya di wilayah koordinasinya: Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur. “Ini amanah besar, dan kami siap bekerja untuk kemajuan jasa konstruksi nasional,” katanya.(Hds/K2)












