Kabar Karanganyar, — Arus investasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Kabupaten Karanganyar terus menunjukkan tren yang meningkat dalam lima tahun terakhir. Kenaikan ini dinilai memberikan dampak langsung terhadap penguatan ekonomi daerah, terutama melalui penyerapan tenaga kerja dan meningkatnya aktivitas industri. Kepala DPMPTSP Karanganyar, Heru Joko Sulistyono, mengatakan bahwa minat investor asing terhadap Karanganyar mengalami pertumbuhan yang konsisten. Ia menjelaskan bahwa beberapa sektor manufaktur seperti industri tas, sepatu, dan konveksi menjadi kategori yang paling banyak menarik investor baru.
“Trennya cenderung naik, Mas. Terutama dari sektor tas, sepatu, dan konveksi yang baru masuk beberapa tahun terakhir,” ujarnya.Kamis(27/11/2025)
Perkembangan tersebut didorong oleh masuknya perusahaan-perusahaan manufaktur asal Tiongkok, Korea Selatan, dan Taiwan. Negara-negara Asia Timur itu dinilai melihat Karanganyar sebagai lokasi yang strategis karena ketersediaan tenaga kerja yang melimpah, infrastruktur yang memadai, dan biaya produksi yang lebih kompetitif dibanding wilayah lain.
“Kebanyakan dari Cina, Korea juga ada, Taiwan juga masuk. Sektor tas dan sepatu itu masuk sektor tersendiri, bukan tekstil,” kata Heru.
Sejumlah perusahaan seperti PT BB serta industri boneka dan garmen yang berlokasi di Jaten menjadi contoh nyata perkembangan tersebut.
Meski kontribusi langsung PMA terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak besar karena pajak industri masuk ke pemerintah pusat, manfaat ekonominya tetap terasa di masyarakat. PMA terbukti menjadi motor penting penyediaan lapangan kerja karena mayoritas perusahaan asing tersebut lebih mengutamakan tenaga lokal pada berbagai posisi. Tenaga kerja asing hanya digunakan pada unit-unit tertentu yang membutuhkan keahlian khusus.
“PMA itu banyak menyerap tenaga lokal. Tenaga asing hanya pada unit tertentu,” tegasnya.
Penyerapan tenaga kerja ini meningkatkan daya beli, memperkuat konsumsi rumah tangga, serta mendorong perputaran ekonomi di berbagai sektor pendukung seperti jasa, logistik, dan UMKM.
Heru menambahkan bahwa efek domino dari meningkatnya aktivitas industri semakin memperkuat struktur ekonomi Karanganyar. Aktivitas produksi yang berjalan lebih masif mendorong berkembangnya UMKM sebagai pemasok bahan baku, penyedia makanan-minuman bagi pekerja, hingga jasa pendukung lain. Ia menyebut bahwa pertumbuhan daya beli masyarakat menjadi indikator penting bagaimana PMA memberi dampak tidak langsung yang signifikan.
“Akhirnya pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat juga semakin kuat,” tuturnya.
Untuk menjaga momentum positif tersebut, DPMPTSP Karanganyar memperkuat kolaborasi dengan daerah sekitar seperti Klaten dan Sukoharjo. Sinergi ini dilakukan untuk berbagi informasi, terutama terkait ketersediaan lahan dan kebutuhan investasi baru. Heru mencontohkan rencana perusahaan garmen NHM asal Tiongkok yang saat ini masih dalam tahap pemetaan lokasi dan konsultasi lintas daerah. Kegiatan ini disebut menjadi bagian dari upaya menciptakan iklim investasi yang kondusif dan kompetitif di wilayah Soloraya.
Meski demikian, Heru tidak menutup mata terhadap tantangan yang dihadapi. Ketersediaan lahan industri harus tetap dijaga tanpa mengganggu keseimbangan lahan hijau dan ketahanan pangan. Selain itu, kebutuhan tenaga kerja yang sesuai standar industri serta proses regulasi dan perizinan juga perlu terus disiapkan secara optimal. Pemerintah daerah mendorong agar investasi asing tidak hanya memberi manfaat berupa lapangan kerja, tetapi juga terhubung dengan industri lokal. Heru menekankan bahwa UMKM harus diarahkan untuk bermitra dengan perusahaan besar agar nilai tambah produk lokal meningkat.
“UMKM itu harus bisa bermitra dengan perusahaan besar, supaya nilai tambah produk masyarakat ikut meningkat,” jelasnya.
Dengan tren PMA yang terus meningkat dan minat investor asing yang stabil, Karanganyar dipandang tetap menjadi salah satu wilayah yang paling potensial di Soloraya. Pemerintah daerah berharap momentum pertumbuhan ekonomi akibat investasi asing ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat.(Hds/K2)












