Pemuda Kebakkramat Tewas Tertemper KA Sancaka, Diduga Menyeberang di Jalur Tidak Resmi

IMG 20260118 WA0159
Proses evakuasi pemuda Kebakkramat yang tewas tertabrak KA Sancaka

Kabar Karanganyar, – Seorang pemuda warga Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, tewas setelah tertemper Kereta Api Sancaka relasi Yogyakarta–Surabaya Gubeng, Minggu (18/1/2026). Peristiwa tragis itu terjadi di KM 250+8 jalur hulu petak Kemiri–Masaran sekitar pukul 11.52 WIB.

Manager Pengamanan PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Kolonel Inf Erwin, dalam laporan resminya menyampaikan bahwa kejadian pertama kali dilaporkan oleh awak KA PLB 82B (Sancaka).

“Informasi awal kami terima dari Crisis Center bahwa KA PLB 82B melaporkan telah tertemper orang tidak dikenal di jalur hulu Kemiri–Masaran KM 250+8,” ujar Erwin dalam laporannya.

Mendapat laporan tersebut, petugas pengamanan KAI bersama Polsuska dan PAM jalur segera menuju lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan Polsek Kebakkramat serta aparat terkait.
“Petugas melakukan penyisiran dan menemukan korban terpental di jalur hulu. Setelah itu kami memastikan jalur KA dalam kondisi aman untuk perjalanan kereta,” lanjutnya.

Korban diketahui bernama Tomy Romadhona (34), warga Kebak RT 8/RW 4, Desa Kebak, Kecamatan Kebakkramat. Tim Inafis Polres Karanganyar yang melakukan identifikasi di lokasi menyatakan korban mengalami luka parah dan dinyatakan meninggal dunia.

Seorang relawan evakuasi, Udin, yang turut membantu di lokasi kejadian mengatakan proses evakuasi berjalan lancar berkat kerja sama semua pihak.

“Kami bersama petugas KAI, polisi, BPBD, dan PMI membantu evakuasi korban. Kondisi korban memang sangat parah saat ditemukan,” ujar Udin.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Karanganyar untuk penanganan lebih lanjut. Selama proses evakuasi berlangsung, situasi di lokasi dilaporkan aman dan terkendali.

Pihak KAI menyebutkan, penyebab sementara kecelakaan diduga akibat kelalaian korban yang berada di jalur rel.
“Penyebab kejadian diduga karena korban menyeberang di jalur KA yang bukan perlintasan resmi,” tegas Erwin.

KA Sancaka PLB 82B yang menabrak pemuda tersebut saat kejadian diawaki oleh masinis Siswantoro dan asisten masinis Indra Budi S, dengan lokomotif CC2061325 dan berat rangkaian sekitar 496 ton. Hingga kini, estimasi kerugian masih dalam proses pengecekan oleh pihak sarana KAI.

PT KAI kembali mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di sekitar jalur rel dan selalu menggunakan perlintasan resmi.

“Keselamatan adalah prioritas. Jalur kereta bukan area publik dan sangat berbahaya jika dilintasi sembarangan,” pungkas Erwin.(Hds/K2)