Kabar Karanganyar, – Dadap Serep Coffee and Resto hadir sebagai spot kongkow baru bagi kawula muda dan keluarga di Karanganyar. Mengemas konsep restoran dan coffee shop dengan pernak-pernik ala Jawa klasik, tempat ini diharapkan mampu membawa para pengunjung bukan hanya menikmati sajian layaknya restoran bintang lima, tetapi juga merefleksikan diri dalam suasana keagungan budaya Jawa yang adiluhung. Berlokasi tak jauh dari pusat Kota Karanganyar, destinasi ini menawarkan ruang jeda sejenak dari hiruk pikuk padatnya agenda kerja harian.
Pemilik Dadap Serep Coffee and Resto, Nugroho Dodi Romawan, menjelaskan bahwa konsep yang diusung adalah klasik Jawa dengan nuansa resort. Area depan didesain untuk keluarga dengan bangunan joglo dan limasan, lengkap dengan bar kopi. Sementara bagian belakang disiapkan sebagai area outdoor yang cocok untuk anak muda yang ingin nongkrong santai.
“Kita konsepnya klasik Jawa, larinya ke resort. Jadi bisa untuk family, bisa juga untuk anak-anak muda yang nongkrong,” ujarnya.
Dadap Serep mulai beroperasi secara bertahap bertepatan dengan momentum Ramadan. Meski belum menggelar grand opening resmi, tempat ini sudah dibuka secara terbatas untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat Karanganyar.
Tak hanya menghadirkan suasana khas Jawa, Dadap Serep juga berkomitmen mengangkat kopi lokal Karanganyar, khususnya dari lereng Lawu. Saat ini, beberapa produk kopi lokal sudah tersedia, dan ke depan pihaknya berencana memperluas kerja sama dengan petani kopi di kawasan Lawu untuk membangun branding kopi Karanganyar.
“Kita ingin mengangkat kopi lokal Karanganyar. Harapannya nanti bisa brand-kan kopi Lawu, karena potensinya besar,” tambah Dodi.
Untuk menu minuman, harga kopi dibanderol mulai Rp20.000 hingga Rp25.000, dengan signature Americano sebagai andalan. Selain kopi, tersedia pula aneka teh, mocktail kekinian, serta produk susu dan cokelat yang menyasar segmen anak muda. Harga minuman berkisar antara Rp15.000 hingga Rp27.000.
Di sektor kuliner, Dadap Serep menyajikan menu bernuansa tradisional Jawa dengan sentuhan kekinian. Ayam rempah menjadi menu andalan, disandingkan dengan aneka snack seperti tempe mendoan, tahu cabai garam, dan tahu lada garam. Harga snack rata-rata Rp15.000, dengan beberapa varian mulai Rp12.000.
“Kita tetap segmen Jawa ada, tapi kekinian juga kita ikuti. Jadi cocok untuk keluarga maupun anak muda,” jelasnya.
Ke depan, Dadap Serep juga berencana menghadirkan live music akustik saat akhir pekan untuk menambah kenyamanan suasana, tanpa meninggalkan kesan tenang dan santai yang menjadi ciri khasnya.
Nama “Dadap Serep” sendiri sarat filosofi Jawa. Tanaman dadap serep dikenal sebagai tanaman obat yang dipercaya dapat membantu memulihkan kondisi tubuh. Filosofi tersebut diharapkan selaras dengan konsep tempat ini.
“Harapannya, teman-teman yang datang ke sini mungkin badannya tidak enak atau pikirannya tidak fresh, pulangnya jadi enak dan fresh,” ungkap Dodi.
Dadap Serep Coffee and Resto berlokasi di Kelurahan Lalung, tepatnya di Kampung Badran Baru, dari arah Taman Pancasila ke selatan, sebelum BPBD belok kanan menuju area joglo yang berada di tengah persawahan. Meski berada di jalan kampung, aksesnya relatif mudah dijangkau dari pusat kota.
Dengan perpaduan cita rasa, budaya, dan suasana alam yang menenangkan, Dadap Serep Coffee and Resto menjadi alternatif destinasi baru bagi warga Karanganyar yang ingin bersantai, bercengkerama, sekaligus menikmati kekayaan budaya Jawa dalam balutan konsep yang elegan namun tetap terjangkau. (Hds/K2)












