DAERAH  

UMUKA Resmi Gabungkan Akbid Nusantara Indonesia, Buka 8 Program Studi Baru Sekaligus

IMG 20260202 105903
8 program pendidikan baru yang sebelumnya memotarium saat ini sudah resmi dibuka di UMUKA Solo setelah program penyatuan dengan Akademi Kebidanan di Lubuk Linggau

Kabar Karanganyar, – Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA) resmi melaksanakan penyatuan Akademi Kebidanan Nusantara Indonesia asal Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, sekaligus melaunching delapan program studi (prodi) baru. Kegiatan tersebut digelar di Kampus UMUKA Solo dan dihadiri Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, pimpinan universitas, serta jajaran Muhammadiyah. Senin(2/02/2026)

Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd, menyampaikan apresiasi tinggi atas langkah cepat UMUKA yang meski belum genap empat tahun berdiri, namun mampu melakukan akselerasi melalui penggabungan perguruan tinggi dan pembukaan prodi baru.

“Ini adalah langkah yang sangat cepat dan strategis. Penyatuan PTS di Indonesia memiliki bonus, salah satunya diperbolehkan membuka program studi yang sebelumnya berada dalam moratorium,” jelas Prof. Aisyah.

Ia menyebut, sejumlah prodi yang sebelumnya moratorium seperti Psikologi, Hukum, PGSD, hingga Ilmu Pemerintahan, kini resmi dibuka di UMUKA. Menurutnya, hal tersebut menjadi magnet tersendiri bagi lulusan SMA, SMK, dan MA, khususnya di wilayah Soloraya dan Karanganyar.

“Pilihan program studi semakin banyak, baik jenjang D3 maupun S1. Ini tentu berdampak positif bagi masyarakat,” tambahnya.

Prof. Aisyah juga menegaskan, LLDIKTI Wilayah VI akan terus melakukan pengawalan, khususnya terkait proses akreditasi prodi baru serta reakreditasi institusi perguruan tinggi menuju predikat unggul sesuai implementasi Permendikbudristek Nomor 39.

Sementara itu, Rektor UMUKA Dr. H. Muh. Samsuri, M.S.I. menjelaskan, delapan prodi baru yang dibuka meliputi Manajemen, Psikologi, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Ilmu Pemerintahan, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Jasmani, dan Hukum.

“Prodi-prodi ini sebelumnya moratorium, namun karena adanya penyatuan perguruan tinggi, maka diperbolehkan dibuka. Ini bonus dari kebijakan pemerintah,” ungkapnya.

Terkait mahasiswa dari Akbid Nusantara Indonesia Lubuk Linggau, Samsuri menyebut seluruh mahasiswa akan dipindahkan ke UMUKA. “Jumlahnya sekitar 78 mahasiswa dan semuanya akan melanjutkan studi di sini,” katanya.

Mengenai kesiapan sumber daya manusia, Samsuri memastikan seluruh prodi telah memenuhi persyaratan minimal dosen tetap. “Setiap prodi minimal memiliki lima dosen tetap dan itu sudah kami penuhi. Ke depan juga akan diperkuat dengan dosen tamu serta akselerasi studi lanjut dosen ke jenjang S3,” jelasnya.

UMUKA juga mendapat pendampingan penuh dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sebagai sesama perguruan tinggi Muhammadiyah.

Dengan penggabungan perguruan tinggi dan pembukaan prodi baru ini, UMUKA diharapkan semakin berkembang dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Karanganyar dan Indonesia secara luas. (Hds/K2)