Kabar Karanganyar, – Audiensi Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Busro Mukhodas, didampingi jajaran LBH Muhammadiyah Jawa Tengah dengan Bupati Karanganyar Rober Christanto menjadi wujud nyata perhatian terhadap keselamatan masyarakat dan lingkungan Karanganyar, khususnya terkait rencana pembangunan proyek geotermal di wilayah lereng Gunung Lawu, Kecamatan Jenawi.
Dalam pertemuan tersebut, Busro Mukodas secara tegas menyampaikan sikap menolak pembangunan geotermal yang direncanakan pemerintah pusat. Penolakan itu didasarkan pada pertimbangan kemaslahatan, yakni keselamatan rakyat, kelestarian lingkungan, serta tanggung jawab moral dan kenegaraan pemerintah daerah.
Busro Mukhodas menegaskan bahwa Muhammadiyah memandang isu geotermal bukan semata persoalan teknis energi, melainkan menyangkut kewajiban keagamaan sekaligus tanggung jawab kebangsaan. Negara, menurutnya, memiliki hakikat untuk melindungi rakyat, terutama dari potensi kerusakan lingkungan yang berdampak luas.
“Di beberapa daerah kami memiliki data tentang berbagai persoalan akibat pengelolaan tambang, termasuk geotermal. Untuk kawasan Lawu, kami mencermati secara serius dan mengkaji secara mendalam. Kesimpulannya, dampaknya sangat berat, baik bagi rakyat maupun bagi kepala daerah yang kelak harus mempertanggungjawabkannya, bukan hanya secara hukum, tetapi juga secara moral dan keilahian,” tegas Busro.
Ia menyoroti posisi Gunung Lawu sebagai kawasan strategis penyangga kehidupan, termasuk fungsi ekologisnya sebagai “gentong air” bagi Solo Raya. Kerusakan kawasan hutan Lawu, lanjutnya, dikhawatirkan memicu bencana ekologis seperti banjir, longsor, dan krisis air bersih.
“Kalau kawasan ini dibuka dan ditebangi, kita bisa membayangkan kayu-kayu bergelimpangan dan dampak lingkungan yang tak terpulihkan. Jangan sampai itu terjadi di Karanganyar,” ujarnya.
Dalam audiensi tersebut, Muhammadiyah juga menawarkan silaturahmi kebangsaan dan komitmen pendampingan kepada Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Melalui jaringan Muhammadiyah hingga LBH Muhammadiyah Jawa Tengah, organisasi ini siap mengawal dan melindungi kepentingan rakyat jika ancaman proyek tersebut berlanjut.
Sementara itu, Bupati Karanganyar Rober Christanto menyampaikan apresiasi atas dukungan dan perhatian Muhammadiyah. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Karanganyar belum menerima arahan atau instruksi resmi dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat terkait pembangunan geotermal di wilayahnya.
“Kami menunggu arahan resmi. Tetapi kehadiran PP Muhammadiyah dan LBH Muhammadiyah hari ini memberi dukungan moral yang besar bagi kami. Ini menjadi penguat sikap kami,” kata Rober.
Rober menegaskan kecintaannya terhadap Karanganyar dan komitmennya untuk melindungi daerah serta masyarakatnya. Ia juga menyatakan bahwa pemerintah daerah akan berhati-hati dan mengedepankan kepentingan rakyat dalam menyikapi setiap rencana pembangunan.
“Apapun itu, saya cinta Karanganyar. Keselamatan rakyat dan lingkungan harus menjadi pertimbangan utama,” tegasnya.
Audiensi ini menegaskan posisi Muhammadiyah sebagai kekuatan moral dan sosial yang konsisten mengawal kebijakan publik agar tetap berpihak pada rakyat, lingkungan, serta keberlanjutan pembangunan daerah. (Hds/K2)












