Kabar Karanganyar, – Komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Karanganyar dalam menjaga kelestarian alam di lereng Gunung Lawu kembali ditegaskan melalui pencanangan Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati). Upaya ini menjadi langkah strategis untuk mencegah ancaman bencana alam akibat kerusakan lingkungan, sekaligus memperkuat fungsi ekologis wilayah Karanganyar sebagai daerah penyangga.
Pencanangan Taman Kehati tersebut diselenggarakan di Bejen, Karanganyar, pada Jumat (19/12/2025). Kegiatan ini menjadi simbol keseriusan pemerintah daerah dalam menghadirkan ruang hijau yang berfungsi sebagai paru-paru kota sekaligus pusat pelestarian keanekaragaman hayati.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karanganyar, Sunarno, menjelaskan bahwa pencanangan Taman Kehati bertujuan mendukung program menanam pohon tingkat nasional dan internasional, serta sebagai bagian dari peringatan Hari Menanam Pohon Sedunia dan Hari Menanam Pohon Indonesia yang telah dimulai sejak November lalu.
“Melalui Taman Kehati ini, kami ingin meningkatkan indeks kualitas udara dan air, memperbesar daya serap air tanah, serta menambah ruang hijau yang berfungsi sebagai paru-paru kota,” ungkap Sunarno.
Sunarno merinci, Taman Kehati di Karanganyar tidak hanya terpusat di satu lokasi. Di kawasan Bejen, taman kehati dibangun di atas lahan seluas sekitar 7.210 meter persegi dengan 8 hingga 12 varietas tanaman. Sementara itu, di Popongan disiapkan lahan seluas 3.200 meter persegi, dan di wilayah Lalung direncanakan taman kehati seluas kurang lebih 8.000 meter persegi yang akan mulai ditanami pada Maret mendatang. Selain itu, lokasi lain yang disebut sebagai kawasan Pule juga akan ditanami sekitar 14 jenis tanaman, lebih banyak dibandingkan lokasi Bejen.
Bupati Karanganyar, Rober Christanto, dalam pidatonya menegaskan bahwa pencanangan Taman Kehati merupakan langkah penting untuk mengembalikan keberadaan hutan kota yang selama ini belum dimiliki Karanganyar. Menurutnya, taman kehati bukan sekadar ruang terbuka hijau, tetapi juga elemen vital dalam menjaga keseimbangan alam.
“Ini adalah upaya menghadirkan kembali hutan kota sebagai paru-paru Karanganyar, sekaligus meningkatkan keanekaragaman hayati. Keberadaan taman kehati juga menjadi salah satu indikator penilaian Adipura,” tegas Bupati Rober.
Ia menyebutkan, taman kehati yang dicanangkan di Bejen memiliki luasan sekitar 7.010 meter persegi dan diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap kualitas lingkungan, termasuk menurunkan suhu udara dan menjaga kelestarian alam.
Lebih jauh, Bupati Rober menekankan bahwa pencanangan ini tidak boleh berhenti pada seremoni penanaman semata. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam perawatan dan pengawasan taman kehati agar tetap lestari.
“Ini bukan hanya tugas pemerintah. OPD terkait, KNPI, hingga organisasi relawan harus ikut menjaga, merawat, dan mengawasi. Dengan kebersamaan, taman kehati benar-benar bisa menjadi warisan hijau untuk generasi mendatang,” pungkasnya.
Dengan pencanangan Taman Kehati ini, Pemerintah Kabupaten Karanganyar berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga alam semakin meningkat, sehingga kelestarian bumi lereng Lawu dapat terjaga dan ancaman bencana akibat kerusakan lingkungan dapat dihindari.(Hds/K2)












