Siksorogo Lawu Ultra 2025 Sedot 5.700 Pelari dari 12 Negara, Kategori 15K Jadi Favorit

IMG 20251207 075109
Perserta Sikso rogo Lawu Ultra 2025 kategori 7K persiapan lakukan flak off

Kabar Karanganyar, — Event lari Gunung Siksorogo Lawu Ultra (SLU) 2025 kembali mencatatkan antusiasme luar biasa. Sebanyak 5.700 pelari dari 12 negara ambil bagian dalam gelaran yang digelar di lereng Gunung Lawu tersebut. Para peserta berkompetisi dalam berbagai kategori, mulai 7K, 15K, 30K, 50K, 80K, hingga 120K.

Ketua Sikso Rogo Mas, Fajar, menjelaskan bahwa dari total peserta, sekitar 100 pelari berasal dari luar negeri, termasuk pelari Jepang yang tampil di kategori 350, serta pelari Malaysia di kategori putri.

“Kategori yang paling banyak pesertanya yaitu 15 kilometer, mencapai 1.700 pelari, disusul kategori 30K dengan 1.500 pelari,” ujar Fajar.

Untuk kategori lainnya, 7K diikuti 1.200 pelari, 50K sebanyak 1.000 peserta, 80K sekitar 200 peserta, dan kategori terberat 120K diikuti 50-an pelari, seluruhnya dari dalam negeri. Pada kategori ultra 120K, terjadi pemecahan rekor baru dengan catatan waktu 25 jam sekian oleh dua pelari yang finis bersamaan, namun berdasarkan timing chip, Arif Gusmoyono menjadi yang pertama disusul Galih, keduanya berasal dari Bandung.

Tahun ini, panitia melakukan evaluasi rute khusus kategori 15K akibat adanya jalur yang longsor. “Kami naikkan jalurnya ke Puncak Mitis untuk menghindari titik longsor. Elevasi bertambah sekitar 200 meter,” jelas Fajar. Meski begitu, konsep event tetap menekankan faktor keamanan, dengan melibatkan 1.000 personel kepanitiaan di sepanjang jalur.

Sejumlah tokoh lokal ikut ambil bagian dalam SLU 2025, di antaranya Wakil Bupati Karanganyar, Dandim, dan Kapolres Karanganyar. Beberapa tokoh nasional juga ikut serta namun memilih untuk tidak diekspos. Dari kalangan selebritas, hadir Jerry, asisten YouTuber dan kreator konten Reza Arap.

Tony Hatmoko pembina komunitas larinSikso Rogo menegaskan bahwa peserta terus meningkat dari tahun ke tahun. “Tahun lalu 4.500 peserta, tahun ini 5.700. Sebenarnya bisa sampai 10.000 peserta, tapi kami batasi demi keamanan dan kenyamanan,” ujarnya. Evaluasi tahun ini akan menjadi acuan untuk menentukan kuota event tahun depan.

Dari sisi ekonomi, Siksorogo Lawu Ultra kembali membawa dampak signifikan bagi masyarakat. Semua hotel, vila, dan penginapan di kawasan Lawu terpantau penuh.

“Tahun 2023 dengan 4.000 peserta perputaran uangnya mencapai Rp12 miliar. Tahun ini diperkirakan mendekati Rp20 miliar,” ungkap Tony.

Event ini juga mendapat dukungan penuh masyarakat sekitar. Beberapa hari sebelum penyelenggaraan, panitia menggelar doa bersama dengan tokoh masyarakat Gunung Lawu.

“Masyarakat sangat mendukung. Bahkan ada harapan agar event seperti ini bisa digelar lebih dari sekali dalam setahun,” tutur Tony.

Tak hanya itu, Kementerian Pariwisata pun mulai melirik Siksorogo Lawu Ultra sebagai program sport tourism unggulan. Pada 2026, panitia akan diminta mempresentasikan event ini untuk didukung secara lebih serius oleh pemerintah pusat.

Dengan antusiasme peserta yang terus meningkat, dampak ekonomi yang besar, serta dukungan berbagai pihak, Siksorogo Lawu Ultra semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu event trail running terbesar di Indonesia.(Hds/K2)