DAERAH  

Operasi Zebra Polres Karanganyar Utamakan Preventif dan Preemtif Sebelum Penindakan Tegas

IMG 20251202 WA0040
Kasatlantas Polres Karanganyar AKP Agista Riyan M berikan keterangan hasil operasi zebra 2025

Kabar Karanganyar, — Operasi Zebra Candi 2025 yang digelar Polres Karanganyar sejak 14 hingga 30 November 2025 menempatkan langkah preventif dan preemtif sebagai prioritas utama sebelum melakukan penindakan hukum kepada para pelanggar lalu lintas. Hal tersebut disampaikan Kasatlantas Polres Karanganyar saat ditemui rekan media setelah apel siaga satgas Quick Respon di Gedung Wanita, Selasa (2/12/2025).

Selama dua minggu pelaksanaan operasi, jajaran Satlantas mencatat sekitar 800 pelanggaran, baik berupa teguran maupun tindakan tilang. Selain itu, dalam razia knalpot brong yang digelar pada malam Sabtu dan Minggu, petugas menemukan 47 pelanggaran. Catatan tersebut belum termasuk pelanggaran yang terekam kamera ETLE, di mana polisi telah mengirim sekitar 500 surat konfirmasi.

“Pelanggaran yang paling banyak dari ETLE adalah tidak memakai helm, tidak menggunakan sabuk pengaman, dan melawan arus,” terang Kasatlantas.

Setelah surat konfirmasi dikirim, petugas akan memverifikasi kelengkapan dokumen kendaraan seperti STNK maupun surat-surat pendukung lainnya. Penindakan dilakukan setelah proses klarifikasi selesai. Sementara itu, untuk pelanggaran non-ETLE, Satlantas Polres Karanganyar mengintensifkan edukasi bersama Dispenda terkait kepatuhan pajak kendaraan. Selama operasi, petugas menggelar enam hingga tujuh kali sosialisasi di sejumlah titik yang rawan pelanggaran, di antaranya Gunung Subur, Papahan, kawasan belakang Terminal, hingga Pasar Nglanu. Apabila dijumpai pengendara dengan pajak kendaraan yang belum dibayar, petugas akan langsung mengarahkan ke Dispenda.

Kasatlantas juga menyampaikan bahwa selama Operasi Zebra berlangsung, angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Karanganyar tercatat mengalami penurunan. Persentase penurunan tersebut akan dibagikan kepada media setelah proses rekapitulasi selesai. Ia menambahkan bahwa pelaksanaan Operasi Zebra 2025 sekaligus menjadi langkah awal untuk mempersiapkan pengamanan Operasi Lilin 2025. Target sosialisasi yang diberikan Polda pun dinaikkan hingga 50 persen untuk semakin menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas.

“Tindakan hukum adalah upaya terakhir. Kami tetap mengedepankan preemtif dan preventif,” tegasnya.(Hds/K2)