DAERAH  

Pembangunan Infrastruktur Pengolahan Sampah di TPA Sukosari Hampir Selesai

Kadis DLH Karanganyar Optimis RDF Beroperasi Tahun Depan, Serap Tenaga Kerja Lokal

IMG 20250306 131037
Kepala DLH Karanganyar tunjukan drainase TPA Sukosari yang diajukan revitalisasi kepada komisi C DPRD Karanganyar beberapa waktu yang lalu

Kabar Karanganyar,— Progres pembangunan berbagai infrastruktur pendukung pengolahan sampah di TPA Sukosari kini telah memasuki tahap akhir. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karanganyar, Sunarno, menyampaikan optimisme bahwa pabrik Refuse Derived Fuel (RDF) dapat mulai beroperasi pada awal tahun depan sehingga persoalan sampah di Sukosari dapat segera teratasi. Ia juga berharap operasional pabrik nantinya bisa membuka peluang kerja bagi warga sekitar TPA.

Sunarno menegaskan bahwa meskipun masa Sanksi Administratif (SA) sebenarnya berakhir pada 16 November lalu, pihaknya tetap melanjutkan percepatan progres dan terus berkoordinasi dengan kementerian agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan pada akhir tahun ini.

Progres Pabrik RDF Capai 60 Persen, Material Sudah Lengkap

Pembangunan pabrik RDF menjadi pekerjaan terbesar di kawasan TPA Sukosari. Menurut Sunarno, serapan fisik sudah mencapai 60 persen pada pekan ini. Seluruh material konstruksi telah tersimpan di dua basecamp penyedia dan siap dirakit di lokasi.

“Minggu ini target rangka atap sudah tertutup semua, baru setelah itu pengecoran lantai dasar,” jelasnya.

Ia menargetkan fisik bangunan pabrik RDF dapat selesai 100 persen sebelum 15 Desember. Sementara untuk mesin RDF sendiri progresnya telah mencapai 90 persen.

Begitu bangunan dan lantai beton selesai, mesin akan segera dibawa masuk dan dirangkai. “Harapan kami 15 Desember atau sebelum itu sudah bisa uji coba,” tambahnya. Sambungan listrik dari PLN juga sedang dalam proses pemasangan oleh pihak ketiga.

Hanggar Alat Berat dan Bengkel: Material Siap, Pemasangan Bertahap

Untuk pembangunan hanggar alat berat dan bengkel, progres lapangan masih di angka 40 persen. Namun seluruh material sudah lengkap di basecamp penyedia. Pemasangan dilakukan bertahap karena area tersebut merupakan jalur keluar-masuk kendaraan pengangkut sampah sehingga tidak bisa didrop sekaligus.

Drainase dan Penutupan Zona Pasif Hampir Tuntas

Pembangunan drainase ditargetkan rampung 100 persen dalam minggu ini. Begitu pula dengan penutupan lahan di zona pasif, yang sebelumnya sempat terhambat cuaca.

“Gas metan di zona pasif sudah selesai seluruhnya dan pemasangannya tidak mengganggu urukan tanah,” kata Sunarno.

Untuk zona aktif, enam titik gas metan sedang dalam tahap pengerukan tanah dan diperkirakan selesai dalam satu hingga dua minggu ke depan.

IPAL Sudah Berprogres, Pekerjaan Struktur Dimulai

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) mulai dikerjakan dua minggu lalu dan saat ini telah memasuki tahap penataan pondasi serta pemasangan tulangan. Semua bahan tulangan, ring, hingga besi lantai sudah berada di lokasi. Kendala utama adalah genangan air lindi akibat hujan, namun telah diatasi dengan penyedotan menggunakan pompa.

“Minggu ini rangkaian tulangan kolam hingga sloop sudah bisa mulai dipasang,” ujar Sunarno.

Pembangunan Komposter dan Hanggar, Mesin Sudah Dipesan

Pada proyek komposter, empat dari enam mesin sudah dipesan pada tahun sebelumnya, dan dua sisanya sedang dalam proses pemesanan. Hanggar komposter kini mencapai progres 30 persen. Seperti lokasi lain, pemasangan material dilakukan bertahap karena harus menyesuaikan arus kendaraan sampah.

Operasional RDF Ditargetkan Februari, Tenaga Kerja Lokal Diprioritaskan

Dengan seluruh progres fisik yang kini bergerak cepat, DLH menargetkan pabrik RDF dapat mulai diuji coba Desember dan siap beroperasi maksimal pada Februari.

“Kami masih menyiapkan tenaga kerjanya, harapannya Januari sudah terserap dan Februari siap operasional,” ungkap Sunarno. Pada tahap uji coba, tenaga operator dari penyedia mesin akan mendampingi.

Ia berharap kehadiran pabrik RDF tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah TPA Sukosari, tetapi juga membawa manfaat ekonomi.

“Besar harapan kami tenaga kerja untuk operasional nanti bisa dari lingkungan sekitar TPA,” pungkasnya.(Hds/K2)