Kabar Karanganyar, – Wamen DikDasMen ( Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah) Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.Si.,mengabarkan bahwa saat ini sudah tembus diatas angka 100 ribu guru penerima tunjangan langsung ke rekening mereka.
Menurut Wamen program tersebut akan cepat di terima jika para guru aktif dalam mengupdate data dan memvalidasi rekening pada info GTK.

Juga tergantung pemerintah daerah untuk memberikan Surat Keterangan Tunjangan Profesib( STKP) yang telah dinyatakan valid.
” Mungkin saat ini susah lebih dari 100an ribu penerima transferan Honor guru, semua itu tinggal ke aktifan dari guru dan pemerintah daerah untuk mengirimkan datanya ” Ujar Riza.
Tunjangan guru langsung ditransfer ke rekening guru – guru tersebut merupakan program presiden Prabowo Subianto yang di lounching pada bulan Maret 2025.
Hingga saat ini di provinsi Jawa Tengah yang telah di update oleh website resmi KeMenDikDasMen baru kabupaten Magelang yang penyerapan Honor tersebut sudah tergolong cepat mencapai 88% capaianya.
Hal tersebut disampaikan Fajar Riza Wamen Dikdasmen pada hari kamis, 17 April 2025, setelah mengisi kuliah umum bersama Fokal ( Forum Alumni ) IMM Karanganyar.
Kegiatan tersebut terselenggara di ruang antorium rumah dinas bupati karanganyar.

Dalam kesempatan tersebut dia juga menyatakan telah menerima laporan bupati Karanganganyar Rober Christanto terkait permasalahan yang dihadapi daerah tentang penyelenggaraan pendidikan dasar dan menengah di Karanganyar.
” Kami sudah berbicara dengan pak bupati dan juga pak Ka disdikbud, prinsipnya kami mendukung upaya perbaikan dan peningkatan pendidikan di Karanganyar ” Kata wamen Riza.
Peningkatan dan perbaikan terhadap penyelenggaraan pendidikan dasar dan menengah di kabupaten karangnayar merupakan tanggung jawab dari pemerintah pusat dan daerah.

Jadi menurutnya memanglah harus bersinergi agar bisa mencapai tujuan yang terbaik.
” Karena pendidikan dasar adalah tanggung jawab pusat dan daerah maka memang harus bersinergi, teknisnya nanti akan dibicarakan tim kementrian bersama dinas pendidikan di daerah” Tutup Wamen Dikdasmen.(Hds/K2)












