Kabar Karanganyar, – Memberikan jaminan ketersediaan sembako tetap aman selama bulan Ramadhan kepada masyarakat Karanganyar Polres Karanganyar melalui Satgas Pangan melaksanakan inspekai mendadak ke sejumlah tokoh penyedia sembako di kabupaten Karanganyar.
Menurut AKP. Bondan Kasat Reskrim Polres Karanganyar yang mewakili Kapolres Karanganyar AKBP. Hadi Kristanto, inspeksi mendadak pada awal bulan Ramadhan 2025 ini bertujuan untuk memastikan sembilan bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat dalam ketersediaan cukup selama Bulan Ramadhan sehingga stabilitas harga akan selalu terjaga.
“Hari ini kita melakukan pengecekan stok kebutuhan bahan pokok, termasuk untuk mengetahui harga,” kata Bondan didampingi Kanit Tipidter Satreskrim Polres Karanganyar Iptu Anjar Wardoyo.
Inspeksi mendadak yang dilaksanakan Satgas Pangan Polres Karanganyar ke sejumlah penyedia sembilan bahan pokok, seperti Indo Grosir Jetak Dagen, Luwes Palur, Toko Remaja Jaya, Mitra Swalayan, Toko Rahayu Karanganyar, serta di beberapa pasar tradisional seperti di pasar Jungke, Pasar Bejen, dan Pasar Karangpandan, dapat di pastikan semua ketersediaan bahan pokok masih aman dan dengan harga yang stabil.
Menurut keterangan hasil pantauan Satgas Pangan Polres Karanganyar untuk harga beras medium di pasaran saat ini mencapai Rp11.500.hingga 12.500/Kg dan harga Minyak Kita dari Rp15.700 hingga Rp.17.000,-.
“Dari hasil pengecekan kita pastikan untuk stok masih cukup aman dan mencukupi sampai dengan hari lebaran mendatang,” jelas Bondan.
AKP. Bondan menyatakan bahwa pihaknya akan selalu melakukan pantauan untuk memastikan bahwa harga sembako di pasaran akan selalu stabil. Beliau juga menghimbau kepada masyarakat agar selalu bijak dalam berbelanja.
AKP. Bondan juga menambahkan bahwa Polres Karanganyar akan selalu memantau perkembangan dari stok ketersediaan sembako di kabupaten Karanganyar sebagai langkah untuk mengantisipasi adanya penimbunan di masyarakat, dengan harapan tidak adanya gejolak di masyarakat terkait dengan ketersediaan sembako dan kestabilan harganya.
“Kita akan terus memantau kondisi stok. Guna mengantisipasi adanya penimbunan yang dapat memicu gejolak di masyarakat,” tegasnya. (Hds/K2)












