Warga Gondosuli Gotong Royong Buat Saluran Air atas Rasa Syukur Telah Diperbaikinya Jalur Lama Tawangmangu–Magetan

IMG 20251124 140943
Warga Gondosuli Kecamatan Tawanangu atas rasa syukur mereka terhadap jalan yang sudah hampir 20 tahun tak diperhatikan yang tahun ini sudah direvitalisasi gelar gotong royong buat saluran air

Kabar Karanganyar,— Ratusan warga Dukuh Gondosuli, Mbulakrejo, dan Gojajar di Desa Gondosuli, Tawangmangu, menggelar kerja bakti massal untuk membersihkan serta membenahi saluran air di sepanjang jalur lama Tawangmangu–Magetan. Aksi gotong royong ini dilakukan sebagai ungkapan syukur warga setelah jalan penghubung lintas provinsi tersebut kembali diperbaiki dan diaspal oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui dukungan Bantuan Provinsi Jawa Tengah.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Karanganyar, Eko Pujiyanto, yang turut hadir dalam kegiatan itu menjelaskan bahwa jalan tersebut merupakan akses vital yang selama 15 hingga 20 tahun kurang mendapat perhatian. Upaya revitalisasi akhirnya bisa dilakukan pada tahun ini, namun masih menyisakan persoalan lama yaitu saluran air yang tertutup tanah sehingga membuat air kerap meluap ke badan jalan.

“Ini kepedulian warga masyarakat, relawan dari sembilan RT di Dukuh Gondosuli dan Mbulakrejo yang berpartisipasi membersihkan selokan agar air tidak tumpah ke jalan. Warga bersyukur dalane wis alus lan penak, tinggal merawat jalan supaya awet,” ujar Eko Pujiyanto. Senin(24/11/2025)

Sementara itu, Amran Guaning Marzuki, Kepala Dusun Gondosuli Lor, menyampaikan bahwa sekitar 250 warga ikut terlibat dalam kerja bakti tersebut. Menurutnya, pembenahan saluran air menjadi kunci agar pengaspalan yang baru selesai bisa bertahan lama dan aman untuk dilalui masyarakat.

“Ini bentuk kepedulian kami supaya aspal awet. Jalan yang kami rawat ini kurang lebih satu kilometer, dan nanti akan berlanjut sesuai kebutuhan. Yang penting air tidak masuk ke jalan dan semuanya aman, baik untuk kendaraan maupun pejalan kaki,” jelas Amran.

Terkait potensi kecelakaan di jalur lama yang selama ini dikenal rawan, warga berharap ada perhatian lanjutan dari pemerintah. Selain perbaikan penerangan jalan, warga menilai keberadaan rambu-rambu dan marka sangat penting untuk menjaga keselamatan pengguna jalan, terutama pada titik tikungan tajam dan area sekolah.

Amran menambahkan bahwa warga juga menyiapkan langkah-langkah mitigasi mandiri, seperti memasang ban bekas sebagai pengaman di titik rawan benturan, sembari menunggu penanganan resmi dari dinas terkait.

“Untuk lokasi-lokasi rawan, warga siap membantu memberi tanda atau memasang ban pelindung agar kendaraan tidak langsung menabrak benda keras. Ini bentuk gotong royong kami menjaga keselamatan bersama,” katanya.

Melalui perbaikan jalan dan gerakan gotong royong warga dalam merawat saluran air, masyarakat Gondosuli berharap jalur lama Tawangmangu–Magetan kini dapat menjadi akses yang lebih aman, nyaman, dan berumur panjang bagi seluruh pengguna jalan.(Hds/K2)