Santri PonPes Lirboyo Kediri Asal Karangpandan Tutup Usia setelah Terlibat Lakalantas Di Depan Kantor PCNU Karanganyar

IMG 20260301 195757
Proses evakuasi santri pondok pesantren Lirboyo Kediri yang terlibat lakalantas di depan kantor PCNU Karanganyar

Kabar Karanganyar, — Duka menyelimuti pertemuan para santri di depan Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Karanganyar, Beningsari, Bejen, Karanganyar, Minggu (1/3/2026). Seorang santri Pondok Pesantren Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, asal Karangpandan, harus menutup usia setelah terlibat kecelakaan lalu lintas tepat di depan lokasi pertemuan yang hendak ia datangi.

Ia adalah Najib Faturohman, warga Ngerobyong, Tohkuning, Karangpandan. Siang itu, Najib berangkat mengendarai sepeda motor Honda Supra AD 5081 NZ dari arah timur dengan niat sederhana: menghadiri rapat bersama rekan-rekan santri untuk membahas kepulangan ke pondok selepas Lebaran. Tak ada yang menyangka, perjalanan yang mestinya menjadi awal kebersamaan justru menjadi akhir hayatnya.

Salah seorang saksi yang juga rekan sesama santri menuturkan, sebelum kejadian Najib sempat menepi di kiri jalan untuk memastikan lokasi pertemuan.

“Dia berhenti dulu, telepon saya. Tanyanya sudah benar belum tempatnya di kantor PCNU. Setelah saya bilang benar, dia langsung bilang, ‘Ya sudah, saya masuk sekarang’,” ungkap saksi dengan suara bergetar.

Beberapa saat kemudian, lanjutnya, Najib terlihat hendak menyeberang menuju gerbang kantor. Namun dari arah timur melaju sepeda motor Yamaha Nmax AD 3707 VHF yang dikendarai Rayya Ramboe Robani, warga Pakel RT 01/RW 02 Gerdu, Karangpandan, dengan kecepatan tinggi.

“Tiba-tiba terdengar suara keras sekali, ‘braaak’. Kami semua yang di dalam gedung langsung kaget dan lari keluar,” katanya.

Di depan gerbang, para santri mendapati Najib sudah tergeletak tak sadarkan diri. Luka terlihat di bagian kaki, sementara darah mengalir dari kepala dan telinganya.

“Waktu kami panggil namanya, dia sudah tidak merespons. Kami cuma bisa pegang tangannya sambil terus panggil, berharap dia sadar,” tutur saksi lain yang juga berada di lokasi.

Kepanikan tak terhindarkan. Beberapa santri berusaha mengatur lalu lintas, sementara yang lain menghubungi Satlantas Polres Karanganyar dan relawan ambulans.

“Kami benar-benar tidak menyangka. Tadi masih telepon, masih mau rapat bareng. Tiba-tiba sudah seperti itu,” ucapnya lirih.

Iwan, relawan Pemuda Pancasila Karanganyar, yang menerima laporan segera menuju lokasi dan membantu proses evakuasi korban ke RSUD Kartini Karanganyar. Namun setelah mendapatkan penanganan medis intensif, takdir berkata lain. Dalam perawatan dokter, Najib dinyatakan meninggal dunia.

Sementara itu, pengendara Nmax, Rayya Ramboe Robani, juga mengalami cedera pada bagian kaki. Setelah mendapat penanganan awal di RSUD Kartini Karanganyar, ia dirujuk untuk perawatan lanjutan ke RSDM Surakarta.

Rapat yang sedianya membahas kepulangan ke pondok pesantren usai Lebaran berubah menjadi duka mendalam. Suasana yang awalnya dipenuhi semangat kebersamaan kini berganti isak tangis kehilangan sahabat tercinta.

Hingga saat ini, peristiwa kecelakaan tersebut masih dalam penanganan Satlantas Polres Karanganyar guna proses penyelidikan lebih lanjut. (Hds/K2)