Lansia Pikun di Jumapolo Ditemukan Meninggal Setelah Terperosok ke Sungai Dekat Ladang

IMG 20251212 WA0060
Lansia pikun beralamat di Jumapolo ditemukan meninggal dunia setelah sehari sebelumnya dikabarkan meninggalkan rumah

Kabar Karanganyar, — Seorang lansia bernama Sunar atau akrab disapa Mbah Sukiyem, warga Plawan RT 04/RW 10, Desa Kwangsan, Kecamatan Jumapolo, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (12/12/2025) pagi sekitar pukul 07.30 WIB. Sebelumnya, perempuan lanjut usia yang diketahui mengalami pikun itu dilaporkan hilang setelah pergi dari rumah sejak Kamis (11/12/2025) sore.

Upaya pencarian dilakukan secara menyeluruh oleh warga bersama relawan dan aparat sejak laporan hilangnya korban diterima. “Pencarian dilakukan oleh warga, Polsek, dan relawan sampai jam 12 malam. Dilanjutkan lagi mulai jam 7 pagi,” ujar Bambang Herlambang, relawan Militan Jumapolo Rescue, yang terlibat langsung dalam operasi pencarian.

Tim gabungan yang terlibat antara lain Militan Jumapolo Rescue, MDMC Jumapolo, SAR MTA, Polsek Jumapolo, serta warga dari empat dusun—Ketigo, Ngentak, Plawan, dan Mbrongkol—yang tersebar di dua desa, yakni Jumapolo dan Kwangsan.

Korban akhirnya ditemukan di dasar sungai yang berada tidak jauh dari area ladang cabai milik warga. Lokasi tersebut memiliki kontur curam dengan kedalaman sekitar lima meter dari tepi ladang. Diduga kuat korban terpeleset saat berjalan menuju area ladang.

“Entah mau ke ladang atau buang hajat, kurang tahu pasti. Kondisi beliau memang sudah pikun. Kemungkinan besar terjatuh dari tebing sungai,” terang Bambang. Saat ditemukan, terdapat sedikit memar di lengan kiri korban, yang diperkirakan akibat benturan saat terjatuh.

Petugas dari Puskesmas Jumapolo melakukan visum di lokasi kejadian. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimandikan dan dimakamkan.

Warga dan para relawan berharap keluarga diberikan ketabahan serta mendoakan agar almarhumah mendapat tempat terbaik. Insiden ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap anggota keluarga lansia, terutama yang memiliki kondisi pikun atau gangguan orientasi.(Hds/K2)