Kantor Desa Gondosuli Kebakaran, Kerugian Sementara Ditaksir Capai Lebih dari Rp100 Juta

Screenshot 20260407 210755
Kantor kspala desa Gondosuli kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar Terbakar

Kabar Karanganyar,— Kebakaran melanda Kantor Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, pada Selasa (7/4/2026) petang. Peristiwa tersebut mengakibatkan kerugian sementara ditaksir mencapai lebih dari Rp100 juta, serta sejumlah arsip dan dokumen penting dilaporkan hangus terbakar.

Kejadian pertama kali diketahui oleh warga sekitar pada kisaran pukul 19.00 WIB. Api dengan cepat membesar dan merembet ke sejumlah ruangan di dalam kantor desa.

Sekretaris Desa Gondosuli, Suharto, membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Ia menyampaikan bahwa beberapa ruangan yang terdampak cukup parah antara lain dapur, gudang, ruang Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta ruang pelayanan.

“Iya, mulai diketahui masyarakat sekitar jam 19.00-an. Ruang yang terbakar dapur, gudang, ruang BPD, dan ruang pelayanan,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Berdasarkan inventarisasi sementara, sejumlah aset kantor yang terbakar di antaranya dua unit genset senilai Rp20 juta, dua set perangkat komputer Rp20 juta, perangkat CCTV Rp8 juta, dua unit laptop Rp20 juta, sembilan unit printer Rp9 juta, satu mesin ketik listrik Rp3 juta, tiga meja kerja Rp3 juta, satu set sofa Rp4 juta, serta enam lemari kayu senilai Rp18 juta.

Selain itu, sejumlah barang lain seperti meja, kursi lipat dan kursi plastik masing-masing sekitar 50 unit, tiga CPU, satu magicom, dispenser, dua spring bed, dua lemari plastik, kursi kayu panjang, tabung oksigen, serta satu unit telepon juga dilaporkan ikut terdampak. Tak hanya itu, bangunan fisik kantor desa serta dokumen-dokumen penting juga turut hangus dalam kebakaran.

Dari rincian nilai barang yang telah terdata, total kerugian sementara mencapai sekitar Rp105 juta, belum termasuk kerusakan bangunan fisik dan inventaris lain yang masih dalam proses pendataan.

Suharto menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara dan kemungkinan masih akan bertambah seiring proses pendataan yang terus berjalan.

“Kerugian sementara yang baru bisa kami data sekitar Rp105 juta, itu pun belum termasuk bangunan dan barang lain yang belum terinventarisir,” ungkapnya.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Sementara itu, upaya pendataan lanjutan serta pemulihan pelayanan kepada masyarakat tengah diupayakan oleh pemerintah desa setempat. (Hds/K2)