Kabar Karanganyar, – Di tengah gencarnya jajaran Polres Karanganyar menggelar Operasi Keselamatan Candi 2026 untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, dua insiden lakalantas justru mewarnai awal pekan ini di ruas Jalan Solo–Sragen, jalur padat yang menjadi urat nadi pergerakan warga.
Kecelakaan pertama terjadi pada Selasa (10/2/2026) sekitar pukul 06.15 WIB di Gapura Selamat Datang Karanganyar, tepatnya di Dusun Gronong, Desa Pulosari, Kecamatan Kebakkramat. Peristiwa tersebut berujung maut.
Sepeda motor Honda Beat AD 4558 E yang dikendarai Tutik Luki Purwanti (48), warga Sukorejo, Duyungan, Sidoharjo, Sragen, terlibat kecelakaan dengan sepeda motor lain yang belum diketahui identitasnya serta truk bernopol S 7988 UP yang dikemudikan Muslimin (45), warga Mojokerto.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Karanganyar, Ipda Faham Rosyadi, mewakili Kasat Lantas AKP Agista Riyan Mulyono, menjelaskan berdasarkan hasil olah TKP, ketiga kendaraan melaju dari arah utara (Sragen) menuju selatan (Solo).
“Semula Honda Beat berada di depan, diikuti sepeda motor lain, sedangkan truk berada di sisi kiri. Sesampainya di lokasi, terjadi senggolan dengan sepeda motor yang tidak dikenal. Korban terjatuh ke kiri dan mengenai truk,” terang Ipda Faham.
Akibat benturan tersebut, korban mengalami luka berat dan sempat dilarikan ke RSUD Karanganyar. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan.
Belum reda duka kecelakaan maut tersebut, insiden tunggal kembali terjadi di jalur yang sama pada Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 03.00 WIB, tepatnya di depan Gudang Gardu Induk PLN, Dusun Turisari, Kelurahan Dagen, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar.
Sepeda motor Honda Vario AB-6782-VX yang dikendarai DIFAA’ RAAKAN DAARY (23), mahasiswa asal Sleman, berboncengan dengan SITI AISYAH (23), mahasiswa asal Situbondo, mengalami kecelakaan tunggal setelah kendaraan berjalan terlalu ke kanan dan menabrak beton pembatas jalan.
Akibat kejadian tersebut, keduanya terjatuh dan salah sekarang darinya tutup usia. Korban tutup usia merupakan pengendara sepeda motor tersebut, sedangkan pembonceng luka di kaki kanan. Pembonceng kini menjalani perawatan di RS Moewardi Surakarta.
Peristiwa itu dilaporkan ke pihak kepolisian sekitar pukul 04.30 WIB. Polisi telah melakukan olah TKP serta meminta keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian.
Serangkaian kecelakaan ini menjadi ironi di tengah pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026 yang tengah digelar untuk meningkatkan disiplin dan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
Ipda Faham Rosyadi menegaskan bahwa pihaknya terus mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, menjaga jarak aman, tidak memacu kendaraan secara berlebihan, serta tetap fokus saat berkendara, terlebih pada jam-jam rawan seperti pagi hari dan dini hari.
“Kami mengharapkan masyarakat tetap mematuhi peraturan lalu lintas. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Jangan sampai kelalaian sekecil apa pun berujung pada penyesalan,” tegasnya.
Polres Karanganyar memastikan kedua kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut, termasuk penelusuran terhadap pengendara sepeda motor yang terlibat senggolan dalam kecelakaan maut sehari sebelumnya.
Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, kepatuhan terhadap aturan berlalu lintas menjadi kunci utama untuk menekan angka kecelakaan di wilayah Karanganyar, khususnya di jalur padat Solo–Sragen yang kerap menjadi titik rawan lakalantas.(Hds/K2)












