Hujan Deras Picu Longsor di Segoro Gunung, Ngargoyoso, Dua Warga Terluka

IMG 20260221 WA0145
Dia orang korban longsor di desa Segoro Gunung adalah suami istri, saat ini dalam perawatan medis

Kabar Karanganyar, – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Ngargoyoso sejak Sabtu (21/02/2026) siang berubah menjadi petaka di Dusun Segoro Gunung. Sekitar pukul 16.30 WIB, tanah di samping sebuah rumah warga tiba-tiba ambrol, menyeret material lumpur dan bebatuan yang menghantam pekarangan rumah milik Karyo Pawiro Marimin (76).

Sore itu, Karyo tengah membersihkan saluran air di samping rumahnya. Hujan yang turun tanpa jeda membuat aliran air meluap. Di tengah upayanya memastikan air tidak menggenangi halaman, tanah di tebing kecil samping rumah mendadak runtuh. Suara gemuruh disertai longsoran tanah memecah suasana kampung yang sebelumnya hanya diiringi derasnya hujan.

“Tanahnya tiba-tiba ambrol, langsung menimpa Bapak,” tutur Harni (56), sang istri, dengan suara bergetar. Ia mengaku sempat terpaku beberapa detik sebelum berteriak meminta tolong kepada warga sekitar.

Teriakan Harni memecah kepanikan. Warga berlarian menerjang hujan, berusaha menggali dan menyingkirkan material longsoran dengan peralatan seadanya. Di tengah guyuran hujan yang belum reda, proses evakuasi berlangsung dramatis. Beberapa warga bahkan menggunakan tangan kosong demi mempercepat penyelamatan.

Karyo akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi lemas dan mengalami shock. Ia segera dilarikan ke RSUD Karanganyar untuk mendapatkan perawatan intensif. Sementara itu, Harni yang turut terdampak mengalami luka di bagian kepala akibat benturan dan harus mendapat penanganan medis di Puskesmas Ngargoyoso.

Selain menyebabkan korban luka, longsor juga merusak bagian pekarangan dan mengancam struktur bangunan rumah. Retakan tanah terlihat di beberapa titik, memicu kekhawatiran akan potensi longsor susulan jika hujan kembali turun deras. Hingga kini, nilai kerugian masih dalam proses pendataan oleh petugas.

Tim dari BPBD Kabupaten Karanganyar bersama unsur TNI/Polri, pemerintah desa, dan relawan kebencanaan langsung turun ke lokasi. Mereka melakukan kaji cepat, pembersihan material, serta memberikan imbauan kepada warga untuk tetap waspada. Bantuan logistik darurat juga telah disalurkan bagi keluarga terdampak.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa wilayah lereng Ngargoyoso memiliki kerentanan tinggi terhadap longsor, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi dan durasi panjang. Kondisi tanah yang labil membuat ancaman bisa datang sewaktu-waktu.

BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, memantau retakan tanah, serta segera melapor jika muncul tanda-tanda pergerakan tanah. Di tengah musim hujan yang belum berakhir, kewaspadaan dan solidaritas warga menjadi benteng utama menghadapi potensi bencana susulan. (Hds/K2)