Kabar Karanganyar, — Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin ribut yang melanda wilayah Kabupaten Karanganyar pada Jumat (31/10/2025) sore menyebabkan puluhan rumah warga di beberapa kecamatan rusak akibat tertimpa pohon tumbang dan longsor. Hujan deras dengan durasi panjang disertai angin kencang membuat sejumlah titik di wilayah selatan Karanganyar mengalami kerusakan cukup parah.
Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, terdapat lebih dari 40 titik kejadian yang tersebar di beberapa kecamatan. Di Kecamatan Jumantono, tercatat delapan titik pohon tumbang yang menimpa rumah warga di Dusun Gendon, Desa Gemantar. Dari jumlah tersebut, empat titik di antaranya belum dievakuasi dan direncanakan akan dilanjutkan dengan kerja bakti bersama warga dan relawan pada Sabtu pagi.
Sementara di Kecamatan Jumapolo, dampak angin ribut lebih besar. Pohon tumbang menimpa rumah warga di Desa Bakalan sebanyak 17 titik dan di Desa Kedawung sebanyak 10 titik. Hingga malam ini, proses evakuasi masih terus dilakukan oleh Relawan Militan Jumapolo bersama petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan kebencanaan lainnya.
Koordinator Relawan Militan Jumapolo, Bambang Herlambang alias Cethul, mengungkapkan bahwa Desa Bakalan menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah. Dari hasil pendataan relawan, sedikitnya 15 rumah warga rusak tertimpa pohon tumbang di Dusun Kedokan dan Nglaban.
“Dari pendataan teman-teman di lapangan, di Dusun Kedokan Desa Bakalan ada 13 rumah terdampak, sementara di Dusun Nglaban ada dua rumah,” terang Bambang saat dikonfirmasi kabarkaranganyar.com, Jumat malam.
Di Kecamatan Jatiyoso, petugas BPBD juga melaporkan adanya lima titik longsor, sementara di Kecamatan Tawangmangu terdapat satu rumah warga yang tertimpa pohon tumbang. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Kepala Pelaksana (Kalakhar) BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, menghimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
“Dihimbau kepada seluruh warga Karanganyar karena kondisi cuaca menunjukkan curah hujan berintensitas tinggi disertai angin kencang yang berpotensi di wilayah Karanganyar. Kami harapkan masyarakat lebih berhati-hati dan waspada saat adanya cuaca buruk,” ujarnya.
Hingga laporan ini disusun, BPBD bersama TNI, Polri, dan relawan masih melakukan evakuasi pohon tumbang serta pendataan kerugian material yang ditaksir cukup besar. Kegiatan gotong royong dan pembersihan reruntuhan dijadwalkan berlanjut pada Sabtu pagi (1/11/2025).(Hds/K2)












