Kabar Karanganyar, — “Jangan Bening” (Jaga lingkungan dan Kebersihan Desa Kemuning) bukan sekadar kegiatan bersih-bersih, melainkan wujud kesadaran kolektif masyarakat Desa Kemuning untuk menjaga kelestarian alam sekaligus menumbuhkan gerakan sadar wisata di desa yang menjadi pusat pariwisata Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, di lereng Gunung Lawu.
Program yang digagas oleh Komunitas Peduli Kemuning dan penggiat lingkungan Kepal ini mengajak seluruh elemen masyarakat terlibat aktif menjaga kebersihan dan kelestarian wilayah Kemuning. Ketua Panitia “Jangan Bening”, Harsono, yang juga Kadus Tanen, menjelaskan bahwa kegiatan ini telah dimulai sejak hari Jumat (21/11/2025) melalui aksi bersih lingkungan serentak satu desa.
“Kami melakukan pembersihan selokan, sungai, tempat wisata, hingga fasilitas umum lainnya. Selain itu juga ada edukasi lingkungan, termasuk penanaman pohon atau penghijauan,” jelas Harsono.
Sebagai salah satu desa wisata unggulan di Karanganyar, Kemuning disebut sebagai barometer wisata Ngargoyoso. Karena itu, kata Harsono, kebersihan dan kelestarian lingkungan menjadi modal penting untuk menarik wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
Dalam program “Jangan Bening”, panitia juga menegaskan pentingnya menjaga keberadaan hutan dan satwa liar di kawasan Kemuning.
“Betul sekali, selain tidak boleh menebang pohon, kami juga melarang perburuan satwa yang ada di Desa Kemuning,” tutur Harsono.
Ia menyebut masih banyak satwa liar yang hidup di sekitar Kemuning, seperti ayam hutan, burung kepodang, dan berbagai jenis burung lain yang menjadi indikator kesehatan ekosistem.
Camat Ngargoyoso, Ardiansyah, S.TP, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya. Ia menilai gerakan warga Kemuning merupakan contoh baik dalam menjaga kawasan wisata di bawah kaki Gunung Lawu.
“Kami sangat mengapresiasi. Ini langkah penting untuk bersama-sama menjaga lingkungan, terutama karena kawasan Kemuning berada di lereng Gunung Lawu. Kebersihan dan kelestarian lingkungan memastikan wisatawan tetap nyaman berkunjung,” kata Ardiansyah.
Ia menambahkan bahwa ke depan, gerakan serupa diharapkan bisa diadopsi desa-desa lain di Ngargoyoso. Bahkan, menurutnya beberapa relawan dan kelompok masyarakat telah memulai aksi penghijauan di wilayah lain di lereng Lawu.
“Tinggal kita dorong agar penanaman pohon dan aksi pelestarian ini lebih masif lagi,” tegasnya.(Hds/K2)












