Laka Maut Sepur Kelinci vs Honda Beat di Bejen, Seorang Janda Tutup Usia

IMG 20260329 WA0068
Proses evakuasi korban laka maut di jalan Tasikmadu - Bejen

Kabar Karanganyar, – Kecelakaan lalu lintas tragis yang melibatkan sepur kelinci dan sepeda motor Honda Beat terjadi di Jalan umum jurusan Tasikmadu–Bejen, tepatnya di wilayah Beningsari, Desa Bejen, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, pada Minggu (29/03/2026) sekitar pukul 07.45 WIB.

Berdasarkan laporan resmi dari pihak kepolisian, kecelakaan tersebut melibatkan sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi AD-5458-DHC yang dikendarai oleh Anggraini Puspita Wati (43), warga Parakan RT 02 RW 10, Desa Bolong, Kecamatan Karanganyar. Ia berboncengan dengan anaknya, Arkha Kiyandra Agung (14), seorang pelajar.

Sementara itu, kendaraan lain yang terlibat adalah sepur kelinci yang dikemudikan oleh Aditya Eko Nugroho (27), warga Desa Gentungan, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar.

Dari kronologi kejadian yang dihimpun, semula kereta kelinci melaju dari arah timur menuju barat (Bejen ke Tasikmadu). Sedangkan sepeda motor Honda Beat yang dikendarai korban melaju dari arah berlawanan. Sesampainya di lokasi kejadian, pengemudi kereta kelinci diduga mengambil jalur ke kanan hingga masuk ke lajur lawan. Pada saat bersamaan, sepeda motor korban melaju dari arah berlawanan dengan jarak yang sudah terlalu dekat, sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.

Mewakili Kasatlantas Polres Karanganyar AKP Agista Riyan M, IPDA Faham Rosyadi menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah melakukan penanganan di lokasi kejadian serta mengamankan sejumlah barang bukti.

“Benar telah terjadi kecelakaan lalu lintas antara kereta kelinci dan sepeda motor Honda Beat di wilayah Bejen. Saat ini kasus sudah dalam penanganan Satlantas Polres Karanganyar, dan kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kejadian tersebut,” ungkap IPDA Faham.

Akibat kejadian tersebut, Anggraini Puspita Wati mengalami luka serius di bagian kepala. Ia sempat mendapatkan perawatan di RSUD Karanganyar, namun akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, anak korban mengalami luka pada bagian kaki kanan dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Sementara itu, Koordinator Relawan Pemuda Pancasila, Iwan, yang turut membantu proses evakuasi korban di lokasi kejadian, menyampaikan bahwa pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga.

“Kami bersama warga langsung melakukan evakuasi korban setelah mendapat informasi dari masyarakat. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kereta kelinci melaju cukup kencang dari arah timur,” ujar Iwan.

Dua orang saksi yang berada di lokasi kejadian, yakni Saryono (51), warga Desa Lalung, serta Ngamiyatun (38), warga Desa Pereng, turut memberikan keterangan kepada petugas guna membantu proses penyelidikan.

Kasus kecelakaan ini kini telah ditangani oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Karanganyar. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama di jalan raya. (Hds/K2)