Hari Jadi Karanganyar ke-108, Pemkab Gelar Gerakan Pangan Murah: Stok Beras Surplus, MT3 Capai 100 Ribu Ton

IMG 20251121 WA0106
Dispertan PP Kabupaten Karanganyar gelar Gerakan Pangan Murah dan nyatakan Produksi beras Kabupaten Karanganyar surplus di Masa tanam 3 tahun 2025

Kabar Karanganyar, – Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Dinas Pertanian, Perikanan, dan Perkebunan ( Dispertan PP) menggelar pasar murah sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-108 Kabupaten Karanganyar, Jumat (21/11/2025). Kegiatan diisi dengan penyaluran komoditas kebutuhan pokok berupa 240 kilogram beras, 100 kilogram gula pasir, 100 liter minyak goreng, serta ikan, telur, dan daging ayam.

PLT Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Perkebunan Karanganyar, Wihartomo, menegaskan bahwa pasar murah ini bukan karena adanya gejolak harga, melainkan sebagai bentuk dukungan terhadap stabilitas pangan dan meramaikan agenda peringatan hari jadi daerah.

“Ini hanya untuk meramaikan kegiatan hari jadi Karanganyar yang ke-108 dan menjaga harga tetap stabil,” jelas Wihartomo.

Dalam kesempatan itu, Wihartomo memastikan bahwa ketersediaan beras di Kabupaten Karanganyar sangat mencukupi. Saat ini daerah tengah memasuki masa panen Musim Tanam (MT) 3 yang produksinya cukup besar.

“Ketersediaan beras jelas cukup. Karena kita sedang masa panen. Kalau beras kita memang berlebih,” ujarnya.

Berdasarkan data luas baku sawah (LBS), total produksi beras Karanganyar mencapai sekitar 300.000 ton per tahun dari tiga musim tanam. Kondisi tersebut membuat Karanganyar tidak terdampak kebijakan nasional mengenai pembatasan impor beras.

“Produksi kita itu 300.000 ton setahun dari tiga MT. Jadi itu berlebih,” tambahnya.

Wihartomo juga menyampaikan bahwa Pemkab berharap Bulog menyerap gabah petani secara maksimal, sehingga hasil panen tidak keluar daerah.

“Beras dari petani itu bisa diserap Bulog semua. Itu harapan Pak Bupati,” ungkapnya.

Untuk MT3 tahun ini, produksi relatif merata berkat kondisi irigasi yang membaik meski biasanya musim tanam ketiga terdampak kemarau.

“Hampir merata sekitar 100.000 ton. Naik turun, Mas,” kata Wihartomo.

Sementara itu, Kabid Ketahanan Pangan Dispertan PP Karanganyar, Budi, menjelaskan detail komoditas dan harga yang ditawarkan dalam gelaran Gerakan Pangan Murah ini. Ia menyebut kegiatan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Bulog, kelompok petani, serta para peternak lokal.

“Kami bekerja sama dengan Bulog dan teman-teman petani serta peternak menyediakan bahan pangan dengan harga yang lebih murah dibanding harga pasaran,” ujar Budi.

Bulog menyalurkan 200 sak beras SPP ukuran 5 kilogram, 100 liter minyak, dan 100 kilogram gula pasir. Adapun peternak menyuplai 250 kilogram telur, 100 kilogram daging ayam, dan berbagai jenis ikan laut.

Budi memastikan bahwa harga yang diberikan kepada masyarakat lebih rendah dibandingkan harga pasar. Beras didistribusikan dengan harga Rp11.200 per kilogram, lebih murah dari harga pasar Karanganyar yang berada di kisaran Rp13.000-an. Minyak goreng dijual Rp15.000, telur Rp25.000, dan ayam pedaging Rp35.000 per kilogram.

“Harga bahan pangan di Karanganyar sebenarnya relatif stabil. Tetapi gerakan ini penting untuk menjaga stabilitas agar tidak terjadi inflasi, sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

Gerakan pangan murah ini hanya digelar satu hari, dan akan berlangsung hingga seluruh komoditas habis terjual.

“Satu hari saja, Mas. Sampai habis atau menjelang Jumatan,” tambah Budi.(Hds/K2)