Sumanto Sebut Jurnalis sebagai Mentari Kedua Dunia, Ajak Media Tetap Eksis di Era Disrupsi

IMG 20260211 WA0246
Forum Group Discasion awak media, jurnalis se solo raya bersama ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto

Kabar Karanganya, — Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, S.H., mengibaratkan jurnalis sebagai “mentari kedua” di dunia. Bagi Sumanto, hanya ada dua hal yang mampu menerangi kegelapan: matahari dan wartawan.

“Matahari menerangi dunia dari gelapnya alam semesta sesuai teori tata surya. Sementara wartawan menerangi dunia dari gelapnya informasi dan dinamika sosial yang terjadi di muka bumi,” ungkap Sumanto dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama jurnalis Solo Raya.

Momentum tersebut digelar dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-21 tahun 2026. Kegiatan yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah itu berlangsung di Restoran Omah Ingkung, Karanganyar, Selasa (10/02/2026).

Dalam forum yang mengusung tema “Peluang dan Tantangan Media di Era Disrupsi” tersebut, Sumanto menegaskan pentingnya peran pers di tengah perubahan sosial, teknologi, dan geopolitik yang bergerak sangat cepat.

Menurutnya, era disrupsi tidak hanya menghadirkan tantangan besar bagi industri media, tetapi juga membuka peluang luas bagi jurnalis yang mampu beradaptasi. Ia berharap insan pers terus mengikuti perkembangan zaman agar tetap eksis dan relevan.

“Media dan jurnalis harus adaptif terhadap perubahan. Disrupsi sosial, teknologi, hingga geopolitik menuntut kita untuk terus belajar dan berinovasi. Dengan begitu, dunia akan tetap terang oleh keterbukaan dan kemudahan informasi dari seluruh penjuru masyarakat,” tegasnya.

Sumanto juga menekankan bahwa di tengah derasnya arus informasi dan maraknya disinformasi, peran jurnalis profesional semakin dibutuhkan sebagai penjaga akurasi dan penyeimbang narasi publik.

FGD yang dihadiri sejumlah jurnalis dari berbagai platform media di wilayah Solo Raya itu berlangsung hangat dan interaktif. Berbagai pandangan, kritik, serta gagasan mengemuka, terutama terkait strategi bertahan dan berkembang di tengah transformasi digital yang kian masif.

Peringatan HPN tahun 2026 ini pun menjadi refleksi bersama bahwa pers bukan sekadar penyampai kabar, melainkan pilar demokrasi yang menjaga transparansi dan akuntabilitas publik.

Sebagaimana mentari yang tak pernah lelah menyinari bumi, jurnalis diharapkan tetap menjadi cahaya yang menerangi ruang-ruang gelap informasi demi masyarakat yang tercerahkan.(Hds/K2)